#AussieBanget Keragaman Budaya, Keragaman Kuliner Australia

Australia adalah salah satu negara yang berisi penduduk dengan latar belakang budaya yang sangat beraneka ragam. Mungkin, ketika kamu datang ke Australia, kamu sadar bisa menemukan berbagai budaya di sana; mulai dari penduduk asli, Eropa, Afrika, sampai Asia.

Keberagaman budaya hasil dari migrasi masyarakat dari berbagai negara yang telah terjadi selama beberapa abad, turut memengaruhi budaya kuliner di Australia. Percaya atau tidak, Australia pada akhirnya menjadi sebuah negara dengan budaya kuliner yang sangat variatif dan kaya. Karena itu, wisata kuliner di Australia artinya adalah petualangan menantang bagi lidah kita.

Apa saja yang bakal kita temukan?

Pertama, tentu saja, semestinya kita mulai dari Australian cuisine. Jauh sebelum Inggris dan beberapa negara lain, seperti Belanda, tiba di Australia, negeri ini dihuni selama 40.000-60.000 tahun oleh penduduk asli. Mereka mengembangkan kuliner tradisional Australia, yang memanfaatkan alam. Karena itu, kita mengenal daging sebagai bahan utama dalam tiap hidangan khas Australia. Sebut saja, steak kanguru, grilled emu atau wallaby, juga BBQ.

Kemudian, pada 1788, negara-negara ini mulai masuk ke Australia. Tidak hanya kebudayaan, mereka juga memengaruhi kuliner Australia. Di masa ini, roti, gandum, domba, sapi, angsa, burung dara, ikan, seafood, teh, dan buah-buahan, menjadi bagian dalam masakan Australia.

Kuliner Australia terus berkembang pada periode “Gold Rush” di 1850-an. Kala itu, Australia dibanjiri oleh kaum migran dari Eropa dan Amerika yang kemudian mengembangkan budaya minum kopi dan jajanan jalanan, seperti pies dan Cornish pasties. Pengaruh kuliner Cina juga mulai menjamuri Chinatowns terutama di sekitar wilayah pelabuhan pada 1860-1870-an.

Di periode akhir perang dunia kedua, sekitar 1939-1945, terjadi migrasi dari bangsa Mediterania, Asia, India, dan Afrika ke Australia. Hal ini turut menjadikan kuliner Australia di masa depan, kian beragam. Misalnya, karena pengaruh Turki, daging domba mulai populer; biasanya dipanggang atau di-BBQ, lalu dikemas sebagai kebab. Dan, kini, kita bisa melihat banyak restoran Cina, Vietnam, Thailand, Indian, dan Italia, tersebar di berbagai pelosok Australia.

Sedikit cerita, dulu, minuman panas favorit Australia adalah teh (pengaruh dari Inggris, tentu). Tapi, kemudian bangsa Italia datang ke Aussie di era pasca PD II. Mereka memperkenalkan kopi, yang kemudian pelan-pelan menjadi bagian dari kultur Australia.

Keragaman kuliner ini sedikit-banyak menggambarkan betapa Australia adalah negara dengan tingkat keragaman penduduk yang sangat tinggi. Tapi, kita tentu tetap penasaran, kuliner apa yang wajib kita coba saat bertandang ke Australia. Ini beberapa di antaranya.

Biskuit Anzac

Lebih dari sekadar kue, Anzac punya sejarah panjang. Saat masa PD I, Anzac adalah biskuit dari bahan terigu, gula, oats, butter, dan lain-lain. Biskuit ini dibuat oleh para perempuan. Makanan ringan ini dikirim untuk para tentara anggota Australian and New Zealand Army Corps (ANZAC). Anzac tahan lama, karena itu mampu bertahan dalam perjalanan panjang untuk dikirim ke medan perang. Sampai kini, biskuit Anzac masih dibuat, dan bisa dicicipi.

 

Lamington

Please welcome, the national cake of Australia! Jadi, kurang afdol jika ke Aussie tapi tidak mencoba lamington. Ia adalah kue sponge berbentuk persegi, yang dibalut oleh coklat dan remah kelapa. Manis dan sangat lembut. Cocok untuk dicamil bersama kopi atau teh.

 

Pavlova

Sebetulnya, sampai sekarang, Australia dan New Zealand masih saling klaim bahwa pavlova berasal dari negeri mereka—terinspirasi dari balerina asal Rusia, Anna Pavlova, yang datang ke negara mereka pada era 1920-an. Kita sendiri belum tahu. Tapi, yang jelas, pavlova ini adalah camilan manis yang menggiurkan.

Ia adalah meringue yang renyah di luar tetapi lembut di dalam, dengan topping whipped cream dan aneka buah segar yang tersaji cantik di atasnya. Bayangkan, manis, creamy, dan segarnya buah menyatu di mulut Anda. Hmmm…

 

Vegemite

Bentuknya berupa selai berwarna gelap dan berbau menyengat. Yang membuat menarik, selai ini dianggap sangat khas Australia dan sudah ditemukan sangat lama, yaitu pada 1923 oleh ilmuwan asal Melbourne bernama Dr. Cyril Callister. Vegemite, yang dibuat dari sisa bir ini, biasa dioleskan pada roti, sandwich, biskuit, atau apa pun yang diinginkan. Saya sempat menyicipnya seujung sendok ketika disodori seorang teman. Rasanya… terlalu aneh untuk lidah saya.

 

Meat pie

Makanan ini pasti ada di segala acara penting di rumah-rumah di Australia—saking khasnya. Pada dasarnya, ia adalah pie seukuran tangan berisi daging yang dicincang bersama bawang bombay, saus, kadang-kadang jamur dan keju.

 

Hamburger with beetroot

Jangan heran jika kita mendapati isian burger di Australia lengkap dengan beetroot berwarna merah yang mencuri perhatian. Begitulah burger di Australia. Tidak lengkap rasanya jika patty, keju, selada, tomat, dan bawang bombay, tidak digabung bersama akar bit yang biasa diiris tipis. Cobalah.

 

Kanguru

Oleh karena populasinya yang begitu tinggi di Australia, sejak 1800-an, kanguru telah menjadi pilihan utama bahan daging yang dikonsumsi oleh masyarakat Oz.

Pengolahannya beragam, mulai dari menjadi steak, daging cincang, sampai dimasak bersama bacon. Yang jelas, daging kanguru hingga kini menjadi salah satu kekhasan kuliner Australia yang sangat otentik.

Saya kebetulan sempat dihidangkan steak kangguru oleh seorang lelaki dari Suku Aborigin di kawasan Margaret River. Ia memanggang steak-nya di atas kayu bakar, dengan dikelilingi batu untuk menahan angin. Daging kanguru sudah dibumbui oleh rempah-rempah, yang saya tidak ingat lagi namanya. Begitu matang dan saya mencobanya, alamak, enaknya. Daging kanguru memiliki aroma dan rasa yang khas, tidak seperti daging lain. Teksturnya tidak alot (saya pikir bakal demikian), tapi mirip dengan daging sapi. Memakan steak ini harus bersama jagung rebus dan salad. Luar biasa. Unik, tapi enak.

 

Bir, Teh, atau Kopi?

Australia punya berbagai pilihan beverages khas yang patut dicoba. Mulai dari wine, ginger beer, dan limun yang sudah ada sejak era 1800-an. Bir banyak ditemukan di brewery-brewery yang tersebar di pelosok Australia, termasuk juga Margaret River. Sementara, kopi atau teh bisa ditemukan di kafe mana pun di penjuru Aussie.

 

(Tulisan ini dibuat untuk kampanye #AussieBanget kerja sama Tiket.com dan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s