[Travel Tips] Mengurus Permit ACAP dan TIMS untuk Mendaki Annapurna Range Nepal

Sama halnya dengan memasuki sebuah kawasan taman nasional atau wilayah konservasi di Indonesia, memasuki kawasan konservasi di Nepal pun harus dengan izin.

Saya tempo hari menjajal trek Mardi Himal, yang termasuk dalam Annapurna Region. Untuk memasuki kawasan ini, saya harus mengantongi dua izin, yaitu Annapurna Conservation Area Project (ACAP) dan Trekker Information Management System (TIMS).

 

Annapurna Conservation Area Project (ACAP)

Annapurna Conservation Area Project, selanjutnya akan selalu disingkat ACAP, sudah ada sejak 1986, digagas oleh The National Trust for Nature Conservation (NTNC)–dulu bernama King Mahendra Trust for Nature Conservation. NTNC ini adalah organisasi non-pemerintah di Nepal yang bergelut di bidang konservasi alam.

ACAP mencakup keseluruhan Annapurna Range, yang luasnya sampai 7.600 km². Tujuan utamanya, supaya kawasan konservasi yang notabene dilindungi, dapat terjaga kelestariannya dan terpantau perkembangannya. Jadi, mau mengeksplorasi trek mana pun, selama itu ada di kawasan Annapurna Range, kita wajib memiliki ACAP.

ACAP bisa diurus di Kathmandu, Pokhara, dan Lamjung. Di Kathamandu, letaknya di Nepal Tourism Board, Bhrikutimandap (khusus untuk izin Annapurna, Gaurishankar, dan Manaslu). Buka pada Minggu sampai Sabtu. kecuali hari libur bersama Kathmandu, pukul 09.00-17.00. Di Pokhara, letaknya di Nepal Tourism Board, Tourist Service Centre, Pardi Damside (hanya untuk Annapurna saja). Buka pada Minggu sampai Sabtu, kecuali hari libur bersama di Pokhara, pukul 10.00-17.00. Di Besisahar, Lamjung, izin bisa diurus di ACAP Entry Permit Counter dan khusus untuk Annapurna saja. Buka pada Minggu-Sabtu, kecuali hari libur bersama di Lamjung, pukul 10.00-17.00.

Biaya per orang untuk mendapatkan permit Annapurna Conservation Area (sama juga dengan Manaslu Conservation Area dan Gaurishankar Conservation Area), adalah NRs200 atau sekitar Rp26.041 untuk warga negara SAARC (South Asian Association for Regional Cooperation, termasuk Afganistan, Bangladesh, Bhutan, India, Nepal, Maldives, Pakistan, dan Srilanka) serta NRs2.000 atau sekitar Rp260.157 untuk warga negara di luar SAARC.

ACAP hanya berlaku single-entry dan tidak bisa diwakilkan atau digantikan dengan orang lain. Orang yang memasuki kawasan taman nasional adalah orang yang namanya ada dalam ACAP. Dan, permit yang bentuknya seperti kartu ucapan ini, harus dibawa selalu sepanjang mendaki.

Untuk informasi lebih lanjut tentang ACAP, silakan mengontak NTNC, Kathmandu di info@ntnc.org.np, dan NTNC-ACAP, Pokhara di info@ntnc-acap.org.np.

Trekker Information Management System (TIMS)

TIMS ini, sama seperti ACAP, wajib hukumnya untuk dimiliki oleh para trekker. TIMS dijalankan oleh Nepal Tourism Board bersama Trekking Agencies’ Association of Nepal (TAAN), untuk menjamin keamanan para trekker dan mengontrol kegiatan trekking yang ilegal.

Dengan mendaftar TIMS dan memegang TIMS Card, para trekker akan terjamin keamanannya. Sistem sudah menyimpan data diri trekker. Jika terjadi kecelakaan atau bencana alam, TIMS dapat mengetahui jumlah trekker yang berada di kawasan dalam waktu cepat. Dengan demikian, dapat dengan cepat pula mengambil tindakan yang diperlukan.

Sebelum berlaku sistem ini, di masa lalu, pihak kawasan taman nasional dan konservasi mengalami kesulitan untuk melakukan operasi penyelamatan jika terjadi kecelakaan atau bencana alam. Hal ini karena lemahnya sistem rekam jejak para trekker yang sedang berada di kawasan. Setelah ada TIMS, setidaknya sistem merekam dan mengetahui posisi trekker jika diperlukan operasi penyelamatan.

Persyaratan untuk mengurus TIMS Card adalah foto, fotokopi paspor, dan tentu saja uang.

Kartu ini bisa diurus bersamaan dengan ACAP di beberapa tempat, seperti Tourist Service Center, Bhrikutimandap, Trekking Agencies’ Association Nepal (TAAN) Office di Maligaon, perusahaan trekking yang diakui Pemerintah di Kathmandu dan Pokhara, atau TIMS Counter di Nepal Tourism Board Regional Office di Pokhara.

Harga pengurusan TIMS Card untuk warga negara SAARC, yaitu NRs300 (Rp39.026) untuk group trekker dan NRs600 (Rp78.051) untuk individu, per rute per orang per entry. Sementara, untuk di luar warga negara SAARC, harganya adalah NRs1.000 (Rp130.023) untuk group trekker dan NRs2.000 (Rp260.157) untuk individual trekker, per rute per orang per entry

 

Download Entry Permit Application Forms:

A. Manaslu Conservation Area
B. Annapurna Conservation Area (for Organized Groups)
C. Annapurna Conservation Area (for Individual Trekkers)
D. Gaurishankar Conservation Area (for Organized Groups)
E. Gaurishankar Conservation Area (for Individual Trekkers)

(Konversi Nepal Rupee ke dalam Rupiah sewaktu-waktu dapat berubah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s