Sandalwood Boutique Hotel untuk Gaya Menginap Elegan di Lembang

tampak depan sandalwood lembang - renjanatuju.com

Desain berbeda di tiap kamar Sandalwood Boutique Hotel, Lembang, Jawa Barat, milik Billy Mamola, seperti hadir untuk mewakili berbagai selera dan kepribadian orang-orang yang datang menginap. Tidak heran, Sandalwood akhirnya dengan cepat membuat para tamu betah, seperti tinggal di rumah.

Beberapa minggu belakangan, seluruh wilayah di Indonesia terus-menerus hujan. Kabarnya, musim hujan sudah datang. Waktu kecil dulu, di era ‘90-an, saya ingat pernah menghafal bahwa musim kemarau jatuh di bulan April-September dan musim hujan terjadi di kurun waktu Oktober-Maret. Hanya saja sekarang, tidak harus seperti itu. Kadang-kadang, sebulan lebih awal atau bisa jadi sebulan telat. Penyebabnya jadi banyak: El Nino, global warming, suhu permukaan laut, atau angin monsoon.

Perkara musim hujan ini tiba-tiba muncul ketika saya memandangi hujan sore itu di balkon kamar Jasmine di Sandalwood Boutique Hotel, Lembang. Di akhir Oktober, hari-hari yang biasanya terang, tiba-tiba hujan.

Lembang yang suhu rata-ratanya memang sudah sejuk (sekitar 20° C), semakin bikin gigil jika ditambah mendung dan hujan—tidak perlu lagi pakai AC. Di sinilah pikiran saya mengawang-awang, akhir Oktober dan musim hujan datang terlambat.

comfy bed and spacious room sandalwood lembang - renjanatuju.com

Dari Jasmine di lantai 3 Wing A, Sandalwood Boutique Hotel, saya melihat pohon-pohon pinus dan cendana yang sudah ditanam oleh pemilik sejak puluhan tahun lalu, mulai basah. Rintik-rintik hujan bersama-sama jatuh di kolam renang di tengah taman rumput di bawah sana. Beberapa orang berlarian ke arah restoran bernama Savannah In Woodlands di dekat front desk di lantai dasar. Mungkin memesan sup hangat atau kopi panas yang pas dinikmati di cuaca gloomy seperti ini.

Saya memandang ke dalam kamar Jasmine yang luas. Ada satu king size bed, dan twin single bed dengan seperangkat meja-kursi makan dan sofa-sofa empuk berdampingan sebagai ruang tamu. Saya melihat dua kawan berbakat yang staycation bersama saya; Palupi Kinkin sedang sibuk merajut di atas ranjang dan Andari Anindya yang sedang asyik di sofa. Kamar ini sangat luas, ditambah luas dengan area rooftop pribadi khusus untuk tamu yang menginap di Jasmine. Oh, rooftop ini punya taman kecil yang manis dan kursi-kursi taman di bawah pohon pinus di sudut.

Saya lalu ingat di awal hari sebelum hujan. Rizal Tan dari Sandalwood mengajak saya berkeliling hotel butik yang menarik ini. Cerita awalnya, Sandalwood semula ‘hanyalah’ rumah kediaman pasangan Billy Mamola dan Nila Purnamasari, serta keluarga kecilnya.

Keduanya punya passion yang menarik. Billy adalah lelaki yang dikenal sebagai Master of Indonesian Horsemanship dan memegang rekor di Indonesia untuk 602,02 km. Ini mungkin menjawab alasan banyak aksesori bernuansa kuda dan koboi di seluruh area Sandalwood. Sementara, Nila adalah perempuan pencinta fesyen yang memiliki butik sendiri dan senang mengoleksi pernak-pernik dari seluruh dunia. Ini menjawab alasan banyak suvenir kecil nan manis di berbagai sudut Sandalwood.

Billy dan Nila akhirnya membuka rumah mereka sebagai boutique hotel karena banyak yang mengusulkan demikian. Mengingat selama ini pun rumah mereka telah menjadi tempat bermalam kawan-kawan yang datang dari luar Lembang.

 

KAMAR-KAMAR YANG DIDESAIN ELEGAN

Kamar-kamar di Sandalwood tersedia dalam beberapa tipe. Kesemuanya sungguh diperhatikan hingga ke detailnya. Bahkan, kadang-kadang, saya merasa terlalu banyak detail, seperti aksesori di atas meja atau pajangan dinding, yang overwhelming.

Deluxe Room berkapasitas untuk dua orang dewasa, dengan harga mulai Rp1 juta rupiah/ malam. Junior Suite cocok untuk pasangan, dengan king sized bed yang empuk, balkon, dan sofa seharga Rp1,4 juta/ malam. Family Suite tepat untuk staycation bersama keluarga, dengan 2 buah queen sized bed, harga mulai Rp1,6 juta/ malam. Atau, Royal Suite untuk Anda yang suka kamar luas, lengkap dengan 2 atau 1 king sized beds, atau 2 single twin beds, meja-kursi makan, dan sofa-sofa sebagai ruang tamu, seharga Rp2,3 juta/ malam.

Tiap tipe kamar ini memiliki nama yang lebih spesifik, seperti Jasmine untuk salah satu kamar bertipe Royal Suite, atau ada juga nama-nama seperti Mahogany atau Rosewood untuk kamar-kamar Junior Suite.

Tiap kamar memiliki tema yang berbeda-beda. Khusus untuk Jasmine tempat saya menginap, desain interior kamar ini sungguh vintage dan elegan. Mengingatkan saya pada desain interior di rumah-rumah Eropa zaman dulu. Sementara, di kamar-kamar lain, ada yang menonjolkan nuansa Bohemian, kayu, minimalis, industrial, sampai Victorian. Karena itu, jangan heran jika banyak tamu yang kerap menginap beberapa hari di Sandalwood, dan tiap hari memohon untuk berganti kamar dengan tema berbeda. Semenarik itulah tiap kamar di hotel ini. Bisa dibilang, setiap sudutnya sungguh Instagrammable alias fotogenik.

instagrammable corner in sandalwood lembang - renjanatuju.com

Kini, Sandalwood Boutique Hotel telah mengalami perkembangan dari mulai beroperasi sejak 2014. Sebelumnya, hanya ada dua bangunan utama di belakang (dulu adalah kandang kuda, kini jadi area kamar, tempat sarapan dan restoran dengan pemandangan perbukitan hijau), serta bangunan di depan yang merupakan area tempat tinggal. Kini, telah dibangun lagi satu bangunan baru untuk menyediakan kamar-kamar lebih banyak.

Belasan kuda milik Billy Mamola pun sudah tidak ada lagi di area Sandalwood. Mereka dipindahkan ke De’Ranch yang juga milik Billy. De’Ranch adalah tempat wisata tepat di sebelah Sandalwood berbentuk seperti peternakan, lengkap dengan kuda-kuda dan bangunan berbentuk seperti ranch.

 

DEKAT DENGAN BEBERAPA DESTINASI DI LEMBANG

Ini dia yang paling bikin saya akhirnya memutuskan untuk memilih Sandalwood kalau ke Lembang. Sebab, hotel butik ini dekat dengan banyak sekali objek wisata di Lembang.

De Ranch
Sudah disebutkan tadi, letaknya persis di sebelah Sandalwood, karena pemiliknya sama. Di sini, kita bisa merasakan pengalaman hidup seperti di peternakan. Mulai dari naik kuda, berpakaian ala koboi, sampai berteduh di bangunan-bangunan mirip lumbung yang biasa ada di peternakan.

Floating Market Lembang
Jaraknya hanya 2,3 km (atau sekitar 15 menit) berkendara dari Sandalwood. Hampir serupa dengan pasar terapung di Thailand, Floating Market Lembang menjadi tourist attraction karena keunikannya membuat pasar di atas perahu terapung. Tidak hanya bisa belanja, kita juga bisa mencoba naik perahu bebek dan berkeliling di danau buatan yang ada di sana.

Observatorium Bosscha
Letaknya hanya 4,1 km dari Sandalwood. Mumpung di Lembang, sempatkan mampir ke observatorium tertua di Indonesia—dibangun pada 1923 dan selesai pada 1928. Observatorium ini terletak di perbukitan ketinggian 1.310 mdpl, seluas 6 hektar, dinamai setelah nama pemilik perkebunan teh asal Belanda bernama Karel Albert Rudolf Bosscha, yang memberikan 6 hektar tanahnya untuk pembangunan observatorium ini.

Taman Begonia
Berjarak hanya 7 menit dari Sandalwood, kita tiba di sebuah kebun bunga bernama Taman Begonia. Ketika pertama kali memasuki kawasan kebun ini, saya pribadi terpesona. Sebab, banyak sekali jenis bunga yang ada di sini. Seperti, celosia, melampodium, salvia, geranium, dan termasuk bunga begonia yang banyak tumbuh di dataran tinggi Lembang.

Rumah Bunga Rizal
Tempat ini letaknya tepat di sebelah Taman Begonia, dengan pertanda di depannya adalah sebuah kedai bernama Kidang Nyaring. Rumah Bunga Rizal yang sudah ada sejak 1987 merupakan rumah bagi budidaya bermacam jenis anggrek, kaktus, serta tanaman hias lain. Kita bisa membeli tanaman-tanaman tersebut

Maribaya Natural Hot Springs
Saya pernah menuliskan tentang ini di Berendam Air Panas di Maribaya Hot Spring Resort, Mengingat Blue Lagoon.

Saya cuma mau mengingatkan untuk mempersiapkan pakaian dingin jika akhirnya Anda ingin mencoba menginap di Sandalwood Boutique Hotel. Hatimu mungkin saja hangat, tapi tubuhmu tetap butuh pelapis yang nyata untuk menghadapi udara Lembang. Selamat menikmati waktu tinggal di Sandalwood!

pohon pinus dan cendana sandalwood lembang - renjanatuju.com

 

SANDALWOOD BOUTIQUE HOTEL
Jalan Seskoau No. 1, Lembang, 40391
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Telp.: RSVP 081222333610/ 0222786104
E-mail: sandalwood_lembang@yahoo.com
Situs: https://www.sandalwoodlembang.com
Instagram: https://www.instagram.com/sandalwood.hotel/
Facebook: https://www.facebook.com/Sandalwood-Boutique-Hotel-1710382562558530/

 

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s