Di Bawah Terik Matahari Moreton Island, Australia

Adventure Moreton Island - Astri Apriyani - renjanatuju.com

Pulau ini adalah pulau pasir terbesar ketiga di dunia, dan berlokasi sekitar 58 kilometer ke timur laut Brisbane, ibukota Queensland. Pulau Moreton tidak hanya cantik, tapi juga adalah surga bagi para pencinta outdoor activities.

Moreton Island adalah sebuah pulau yang letaknya di sisi timur Moreton Bay pesisir South East Queensland, Australia. Pulau ini memiliki luas sekitar 186 km2, dan membentang sejauh 37 km dari utara ke selatan. Pulau ini dinamai Moreton awalnya ketika Kapten James Cook menamai pulau tersebut dengan Morton Bay, terinspirasi dari gelar kebangsawanan Skotlandia, yaitu Earl of Morton. Namun, terjadi misspelled  pada 1770 menjadi Moreton Bay.

Bersama Pulau Fraser, Moreton membentuk daratan pasir terbesar di dunia. Tapi, jangan bayangkan Moreton adalah pulau gersang dan tandus, seperti padang pasir.

Pulau yang terbagi menjadi empat daerah; Bulwer, Cowan Cowan, Kooringal, dan Tangalooma; ini adalah wilayah terbasah dari Brisbane, dengan curah hujan sepanjang tahun. Oleh karena itu, Moreton akhirnya berkembang menjadi pulau rindang, tempat berkembangnya beragam jenis flora dan fauna.

Di musim panas tahun ini, saya datang ke Moreton yang sejak 1974 masuk dalam area Brisbane. Rupanya, sekitar 95% wilayah pulau ini merupakan kawasan taman nasional. Sebab itu, Pulau Moreton dilarang dimanfaatkan untuk pertambangan.

Pontensi pertambangan pasir di pulau ini memang besar. Namun, seperti dua sisi mata pisau, keindahan dan kelestarian alam Moreton pasti hancur karena pertambangan tersebut. Untung, keputusan tepatlah yang diambil. Sekarang, Pulau Moreton jadi salah satu pesisir yang paling tidak tercemar di sepanjang pantai Queensland/ New South Wales.

FACT:
Moreton memiliki sejarah panjang dengan Suku Aborigin yang dikenal dengan Suku Ngugi. Moorgumpin yang artinya “bukit pasir” adalah cara orang-orang Aborigin menyebut Moreton. Kabarnya, orang-orang Ngugi sudah tinggal di Pulau Moreton selama lebih dari 2.000 tahun. Buktinya bisa dilihat dari ratusan situs arkeologi warisan Suku Ngugi yang tersebar di pulau ini. Namun, pada 1850, orang-orang Ngugi dipaksa untuk pindah ke Pulau Stradbroke masih di kawasan Moreton Bay.

Untuk mencapai pulau ini, saya dan Giri Prasetyo, traveling partner kali ini, menggunakan kapal feri yang ditempuh sekitar 75 menit dari Brisbane. Kami merapat di Tangalooma, sisi barat Pulau Moreton yang dulunya dikenal sebagai pos penangkapan paus. Sembari menyusuri dermaga menuju gerbang masuk, saya bisa lihat sekarang pesisir Tangalooma.

Jetty Moreton Island Tangalooma - Astri Apriyani - Atre - renjanatuju.com

Tangalooma adalah jalur utama untuk tiba di Pulau Moreton dengan menggunakan kapal feri.

Fact:
Keseluruhan daratan Pulau Moreton berasal dari pasir, yang terbentuk selama 400.000 tahun terakhir. Di pulau ini juga terdapat Gunung Tempest, bukit pasir berketinggian 285 meter, dan menjadi bukit pasir tertinggi di dunia.

Saya ingat, kami disambut oleh cuaca yang sangat terik. Di puncak siang, kedua mata akan disilaukan oleh pemandangan kontras yang berdampingan antara pasir pantai yang putih bersih dan air laut juga langit yang begitu biru. Sementara saya sibuk berteduh karena kulit sudah mulai menggelap, banyak wisatawan kulit putih yang dengan santai menggelar kain di atas pasir lalu berjemur. Kulit mereka mulai memerah, tapi wajah mereka menunjukkan kepuasan.

Tangalooma kini dipenuhi oleh banyak penginapan mewah di tepi pantai, serta layanan aktivitas yang sungguh variatif. Sebab, pulau ini memang ditujukan untuk para wisatawan yang bergairah untuk merasakan petualangan menarik di alam terbuka.

Saya sempat melihat banyak tulisan di papan pengumuman yang berjajar di tepi jalan. Di antara aktivitas itu, ada memancing, snorkeling di antara reruntuhan kapal, ATV-ride, menyelam, whale-watching, berkayak, Segway-ing, hingga heli-ride. Karena hanya punya waktu satu hari di Pulau Moreton, saya dan Giri hanya sempat mencoba beberapa aktivitas yang sudah kami booking sebelum kami tiba. Tapi, dengan itu saja, Pulau Moreton sukses jadi destinasi paling berkesan sejauh ini.

 

Mengeksplorasi Sisi Daratan Pulau Moreton

Kami memulai petualangan di pulau yang memiliki julukan “The Gem of South East Queensland” ini dengan mengeksplorasi daratan Moreton. Sejak menginjakkan kaki di pulau ini, saya pribadi terkesima dengan betapa bersih dan halusnya pasir di sini. Seperti bubuk susu atau tepung terigu. Karena itu, begitu beberapa aktivitas di darat yang bakal dilakukan memungkinkan saya untuk bersentuhan dengan pasir halus ini, saya senang bukan main.

Mengendarai Segway adalah aktivitas pertama yang kami lakukan. Ini kali kedua saya mengendarai Segway. Pertama kali, saya mencoba naik ke atas Segway adalah di Rottnest Island, juga di Australia, tahun 2015.

Baca: Serenade from Wadjemup: Mari Keliling Rottnest Island.

Saya ingat, waktu itu, ada semacam latihan sekitar 5 menit untuk terbiasa berada di atas Segway sebelum akhirnya kami berkeliling Pulau Rottnest. Kesulitan pemula adalah menyeimbangkan tubuh dengan Segway.

Segway Moreton Island Aerial Shot - Astri Apriyani - Atre - renjanatuju.com
Aerial shot by Giri Prasetyo.

Kendaraan roda dua ini, seperti yang kita tahu, bergerak berdasarkan kontrol tubuh. Jadi, ketika tubuh kita condong ke depan, Segway akan bergerak maju. Ketika condong ke belakang, Segway akan mundur. Begitu pula ketika tubuh bergerak ke kanan dan kiri, Segway akan mengikuti. Persoalannya, jika terlalu condong, kecepatan Segway akan berlipat-lipat, dan salah-salah kita bisa terjerembap.

Terjerembap. Itulah yang saya khawatirkan ketika pertama kali latihan Segway. Tapi, saya juga ingat, begitu akhirnya mengendarai Segway berkeliling Rottnest Island, melewati banyak medan, mulai dari jalan beraspal, jalan mendaki dan menurun, jalan berkerikil, sampai padang rumput, semua kekhawatiran hilang.

Segway Moreton Island - Astri Apriyani - Atre - renjanatuju.com

Begitu pun ketika berada di atas Segway untuk kali kedua di Pulau Moreton. Saya tidak khawatir. Saya bersemangat, sembari menebak-nebak, rute seperti apakah yang bakal ditempuh kali ini. Dan, tentu saja, karena pulau ini adalah daratan pasir terbesar di dunia, kami ber-Segway di atas pasir di tepi pantai.

Sesekali, dari tepi pantai ini, saya melihat 4WD melintas di kejauhan, menyisakan butiran-butiran pasir yang terbang ke udara. Sebagai alternatif, kita memang bisa mencoba aktivitas seru dengan menyewa 4WD untuk berkeliling Moreton.

4wd ride Moreton Island - Astri Apriyani - Atre - renjanatuju.com

Jujur saja, Segway-ing di atas pasir itu cenderung lebih ‘berat’ ketimbang di jalan beraspal. Tapi, dengan suara ombak sebagai latar dan angin laut sepoi-sepoi, saya tidak ingin mengeluh. Bahkan, dua jam rasanya berlalu begitu cepat saat itu. Ketika harus kembali menginjak daratan dan turun dari Segway, seperti ada “yaahhhhhhh” panjang yang samar. Untung saja, situasi diselamatkan oleh quad bike.

Apa itu quad bike? Ini adalah kendaraan roda empat yang biasa kita kenal juga dengan sebutan ATV. Ada operator dari Tangalooma Island Resort yang bisa kita booking untuk melakukan tur keliling Pulau Moreton dengan ATV ini. Saya cuma bisa bilang—kalau bisa sembari berteriak, “Ini seru banget!”

Quad bike or ATV Moreton Island - Astri Apriyani - renjanatuju.com - Atre

Ini pertama kalinya saya mencoba mengendarai ATV. Sembari mengenakan helm dan sepatu plus kaos kaki yang disediakan, saya mulai merasa deg-degan bukan main. Mungkin bagi yang terbiasa sehari-hari mengendarai motor, mengontrol ATV adalah perkara remeh. Sebab, kita hanya perlu menginjak gas dan mengerem tangan. Tapi, bukan itu yang membuat hati saya berdebar-debar.

Bagian menegangkan sekaligus seru adalah ketika berada di barisan panjang ATV, lalu kita pelan-pelan mulai berjalan. Hal selanjutnya yang kita tahu adalah semua orang menderu semakin cepat dan kita berupaya keep up dengan kawan-kawan di barisan depan dengan menginjak gas sedalam-dalamnya. Adrenalin langsung tinggi!

Saya berupaya fokus dan ngebut di waktu yang bersamaan. Melewati jalur di tepi pantai, jalan setapak di antara pepohonan, hingga bukit-bukit pasir berkelok-kelok yang membuat ATV sangat mungkin untuk terbalik jika kecepatan di luar batas. Sepanjang rute didominasi oleh padang pasir, mata saya kewalahan mengatasi silau yang berlebihan. Mana lupa pakai kacamata hitam. Saya juga tidak punya dokumentasi sepanjang ATV-ride, karena bawa kamera adalah ide yang tidak brilian jika dipikirkan. Se-chaos itu perjalanannya.

Fact:
Pulau Moreton memiliki iklim subtropis sepanjang tahun, dengan temperatur rata-rata 28° C di musim hangat (November-Maret) dan 20° C saat musim dingin (Mei-Juli).

Ada satu titik di mana saya hampir oleng di atas ATV adalah ketika di tepi pantai melihat sebuah helikopter lepas landas. Rupanya, kita bisa menyewa helikopter dengan harga dimulai dengan US$65/ orang untuk menikmati keindahan Pulau Moreton dari udara. Saya membayangkan, pemandangan itu pasti bakal tak ada duanya.

Heli ride Moreton Island - Astri Apriyani - Atre - renjanatuju.com

Mungkin, Harper’s Rock yang terbentuk dari formasi pasir berwarna kemerahan; Cape Moreton yang rindang dengan landmark ikonik Cape Moreton Lighthouse—mercusuar pertama dan tertua di Queensland yang sudah berdiri sejak 1857—; atau gundukan pasir pantai tertinggi di dunia setinggi 285 meter, Gunung Tempest; bisa terlihat dari atas sana. Ah, saya jadi melamun.

Untung saja, saya dengar teriakan di belakang saya, yang membuat saya kembali fokus ke ATV. Itu adalah teriakan beberapa perempuan asal Korea. Mereka berkali-kali menabrak—sekali pohon, di kesempatan lain mereka menubruk gundukan pasir. Teriakan mereka akhirnya membuat saya gugup. Tapi, saya percayakan diri saya pada gas dan rem tangan di ATV. Berteriak “wohoooo” yang kencang juga saya lakukan untuk mengurangi ketegangan. It worked for me.

Di garis akhir, ketika turun dari ATV, saya baru sadar pergelangan tangan dan pangkal paha saya pegal-pegal. Penyebabnya, mengerem dan ngegas yang terus-menerus selama lebih dari sejam. Tapi, sekali lagi, ini seru banget! Kalau masih ada waktu, saya mau melakukannya lagi. Hanya saja, hari sudah semakin sore. Saatnya bermain air di perairan Moreton!

 

Mulai dari Snorkeling di Antara Bangkai Kapal, Sampai Paddle Boarding

Ketika kita mencari Pulau Moreton di internet, potret-potret yang muncul adalah reruntuhan kapal-kapal di lepas pantai Moreton. Salah satunya adalah Tangalooma Wrecks.

Saya baru tahu belakangan kalau kapal-kapal yang berjumlah 15 ini sengaja ditenggelamkan dalam kurun waktu 1963-1984 oleh Pemerintah Queensland. Lima kapal ditenggelamkan pada 1963, lima kapal lagi pada 1970-an, dan sisanya pada era 1980-an.

Tiap kapal memiliki nama, yaitu UKI, Bream, Seal, Dolphin, Morwong, Echeneis, Groper, Stingaree, Kookaburra, Bermagui, Maryborough (built in 1885), Iceberg, Remora, Platypus II, dan Pelican.

Hal ini dilakukan sebagai upaya merancang sebuah dinding untuk melindungi pesisir dari hantaman ombak. Kini, puluhan tahun kemudian, reruntuhan kapal itu menjadi daya tarik besar bagi para pencinta keindahan bawah laut. Selain keunikan kapal-kapal berkarat itu, juga keindahan terumbu karang di sekitar reruntuhan kapal yang menjadi rumah bagi ratusan spesies ikan, kura-kura, bahkan sampai lumba-lumba, hiu karpet (wobbegong), dan dugong.

Tangalooma Wrecks merupakan titik snorkeling favorit bagi para wisatawan yang datang ke Moreton. Dari tepi pantai, saya menaiki sebuah kapal mendekati titik di mana akhirnya bisa mulai snorkeling. Dari kejauhan, saya sudah bisa melihat banyak orang mengerumuni reruntuhan kapal itu. Sungguh ramai, seperti jalanan Jakarta.

Aerial shot of Tangalooma Wrecks by Giri Prasetyo.
Aerial shot of Tangalooma Wrecks by Giri Prasetyo.

Air laut hari itu dingin. Bawah laut saat itu tidak jernih, sebab arus di antara reruntuhan kapal dan pantai sedang kuat. Tandanya, air sedang pasang. Berhati-hatilah jika ingin snorkeling di sini. Seorang pemandu mengatakan, jangan terlalu dekat dengan reruntuhan kapal. Sebab, kadang-kadang reruntuhan itu tiba-tiba bergerak tenggelam karena usia yang tua. Jika itu terjadi, akan ada arus ke bawah yang bisa menyeret-serta kita.

Kita harus menambah kewaspadaan karena kerap ada jetski atau kayak yang lalu lalang di permukaan laut. Mereka kerap berada atau melintas di dekat reruntuhan. Tapi, aktivitas ini memang salah satu must-do saat di Moreton. Kehidupan bawah laut di Tangalooma Wrecks ini misterius dan menakjubkan dalam waktu yang bersamaan.

Kalau ingin pengalaman yang lebih sensasional dari snorkeling, bisa juga menjelajah Tangalooma Wrecks dengan sea scooter. Aktivitas ini cocok untuk kita yang bukan perenang andal, atau bagi yang ingin mencoba cara baru untuk menjelajah bawah laut.

Mumpung bersinggungan dengan air, dari reruntuhan kapal, kami kembali ke tepi pantai. Kami mengarah ke titik paddle boarding. Itu, lho, semacam kayaking tapi dilakukan sembari berdiri.

Kelihatannya memang mudah, tapi tidak semudah itu. Paddle boarding membutuhkan keseimbangan yang jitu. Kita perlu memegang satu dayung yang kita kayuh kiri-kanan sembari berdiri. Tidak seimbang? Ya tercebur. Peribahasa asal Jepang yang bunyinya “fall seven times and stand up eight” bisa jadi mantra penyemangat paling tepat ketika belajar paddle-boarding. Intinya, pantang pulang sebelum padam!

Sekarang, saya yakin, Anda langsung memasukkan Pulau Moreton sebagai destinasi traveling selanjutnya. Sekadar tambahan pertimbangan, Pulau Moreton adalah rumah bagi lebih dari 180 spesies burung. Jadi, bukan hanya penggemar adrenalin saja yang bakal bahagia di Moreton, tapi juga para pencinta alam.

 

Aktivitas-aktivitas menarik lain yang bisa dilakukan di Pulau Moreton:
  • Whale-watching yang bisa dilakukan dalam kurun waktu Juni-November. Di periode tersebut, ribuan humpback whales bermigrasi dari Pulau Moreton,
  • Parasailing,
  • Pulau Moreton adalah surga bagi para pemancing. Tapi, perhatikan baik-baik untuk tidak memancing sama sekali di “zona hijau” dan “zona kuning” yang hanya memperbolehkan memancing dua kail per orang,
  • Scuba dive di Flinders Reef di lepas pantai Cape Moreton yang memiliki lebih dari 175 spesies ikan,
  • Snorkeling di reruntuhan kapal lain, selain Tangalooma Wrecks, seperti reruntuhan tiga kapal milik Robert Alexander Gow dikenal dengan Bulwer Wrecks, yang sengaja ditenggelamkan pada 1930-an,
  • Diving di Aarhus Dive Site di Pulau Moreton bagian utara, di mana sebuah kapal layar besi bermuatan minyak tanah, barang pecah belah, dll, tenggelam pada 1894.

 

WHERE TO EAT: MORETON ISLAND

Di Tangalooma, Pulau Moreton, ada beberapa tempat untuk beristirahat dan bersantap, di sela bersenang-senang mencoba beragam aktivitas.

  • Beach Café. Dengan menghadap langsung ke arah Teluk Moreton, kita bisa menikmati santapan bergaya bistro di sini. Pilihan menunya banyak sekali, mulai dari salad, burger, sampai pizza. Kafe ini buka setiap hari, termasuk akhir pekan, pada saat makan siang dan makan malam.
  • The Coffee Lounge. Bagi yang ingin menikmati suasana santai ditemani oleh sajian yang lebih ringan, seperti kopi, es krim, atau camilan-camilan seringan cheesecake, pai, dan sandwich, pilihan tepat adalah The Coffee Lounge. Tempat ini buka setiap hari mulai 07.30-21.00.

 

(Tulisan ini terbit di Majalah Venue edisi Maret 2018)

 

Baca juga: Menikmati Sisi Urban Brisbane, Australia: Mulai dari Tebing Batu di Tengah Kota Hingga Wheel Ferris

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s