Persiapan Mudik Aman Bareng Jasa Raharja

Saya muslim. Di hari-hari terakhir Ramadhan tahun ini, saya tiba-tiba sadar. Gila, waktu cepat betul berlalu, tahu-tahu Ramadhan sudah mau selesai dan Lebaran di depan mata. Pikiran saya lalu terbang. Bukan tentang sudah berapa banyak baju baru yang saya beli atau kue-kue lebaran apa yang saya inginkan ada di atas meja.

Berapa banyak waktu sepanjang Ramadhan ini yang saya manfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT? Sudah cukup banyak waktukah yang saya luangkan untuk berkumpul bersama keluarga? Karena konon katanya, Ramadhan adalah bulan kebersamaan.

Di antara tumpukan daftar nama dan kontak, saya mengingat-ngingat kapan terakhir kali saya berbincang-bincang dengan keluarga. Sungguh terlalu jarang. Jadi rindu pulang.

 

KENAPA KITA MUDIK DAN MERASA BUTUH PULANG

Pikiran saya kembali terbang. Kali ini, menuju rumah. Ada berbagai tanaman dan bunga-bungaan di halaman depan. Kalau hujan, suara rintik air terdengar jelas di atap rumah. Sehabis hujan, biasanya banyak bunga gugur di rumput. Kalau cerah, sinar matahari sering menerabas masuk dari kaca jendela, menerangi ruang tamu. Ruang tamu itu biasanya tempat favorit seluruh anggota keluarga untuk berkumpul.

Kalau sudah bernostalgia begini, satu-satunya yang paling saya inginkan hanyalah pulang. Sekarang juga. Namun, sebelum akhirnya tiba di rumah, terlebih dulu kita harus menempuh sebuah jalan bernama “perjalanan”.

Tempo hari, saya sempat melemparkan pertanyaan kepada khalayak Twitter tentang mudik. Pertanyaannya seperti ini, “Kalau teman-teman mudik, biasanya mudik naik apa? Apakah kereta api, pesawat terbang, mobil pribadi, atau motor?”

Dari sekian banyak jawaban yang masuk, rupanya 14% memilih motoran, 19% memilih kereta api, 24% memilih mobil pribadi, dan 43% pesawat terbang.

on the road mudik jasa raharja - renjanatuju.com - atre
Perjalanan saya dengan motor terlama adalah 10 jam melewati Jalan Poros Janeponto, Sulawesi Selatan. Luar biasa lelahnya. Makanya, saya selalu kagum pada mereka yang sangat kuat bisa mudik menggunakan sepeda motor dengan jarak yang sangat jauh.

Apa pun pilihan cara mudiknya—mau itu jalur darat, laut, atau udara—, semuanya baik asal aman. Setiap orang mesti pergi, tapi ia juga mesti pulang. Sebab ada yang dikasihi dan mengasihinya di rumah. Gol A Gong dalam Balada Si Roy pernah mengatakan demikian. Dan saya yakin, untuk menghargai kasih sayang orang-orang yang dikasihi di rumah, sudah sepatutnya kita memilih jalan aman dalam perjalanan mudik.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana cara mudik yang aman?

 

PERSIAPAN MUDIK

Keluarga di rumah inginnya kita selalu berhati-hati di mana pun dan kapan pun. Mudik toh bukan perkara kebut-kebutan di perjalanan atau siapa yang paling cepat sampai rumah. Mudik itu soal menikmati perjalanan dan menghabiskan waktu bareng keluarga selama di rumah. Karena itu, mudik yang aman seharusnya jadi prioritas semua orang.

Belum lama, saya secara tidak sengaja menemukan video di bawah ini—yang belakangan saya tahu milik Jasa Raharja, Badan Usaha Milik Negara asli Indonesia yang bergerak di bidang asuransi sosial (social insurance).

Siapa yang tak ngenes nonton video ini. Akibat tak hati-hati dan tak berkendara dengan aman, momen mudik berubah jadi bencana. Nyeri betul hati saya.

Pertanyaan yang sama harus diulang lagi, bagaimana cara mudik yang aman? Kira-kira begini “peta” atau acuan untuk mudikmu tahun ini.

SATU: CEK DAN CEK KEMBALI TRANSPORTASI PILIHANMU SEBELUM MUDIK
on the road mudik jasa raharja - renjanatuju.com - atre
Jangan lupa pula siapkan penunjuk arah. Tidak cuma untuk mengetahui arah yang benar, tapi juga mengetahui titik-titik kemacetan. Kalau melalui jalan raya yang selalu kosong seperti ini, kan, enak. (Foto: JB Satrio Nugroho)

Bagi yang memilih motor atau mobil pribadi untuk alat transportasi mudik, langkah paling wajib dan utama sebelum melakukan perjalanan adalah mengecek kesiapan kendaraan. Datang ke bengkel langganan. Cek oli. Cek pendingin. Cek mesin. Cek rem. Cek gearbox. Cek ban. Cek kelengkapan spare kit. Cek semuanya. Cek sekali, dua kali, lalu cek kembali.

Kalau kamu memilih mudik dengan kereta api, kapal laut, atau pesawat terbang, pesan tiketmu dari jauh-jauh hari. Sebab, menjelang hari raya, tiket transportasi umum ludes dengan mudah. Sebelum berangkat ke stasiun, pelabuhan, atau bandara, persiapkan tiket dan dokumen pendukung untuk mencetak tiket. Datanglah lebih awal, supaya tidak terburu-buru mengurus semua hal, dan yang penting, agar tidak ketinggalan tumpangan.

 

DUA: MENGANTUK SELAGI BERKENDARA? ISTIRAHATLAH

Ini adalah “hukum” yang semestinya tidak perlu dibantah atau dinegosiasikan lagi. Perjalanan mudik kadang-kadang bisa sangat panjang. Belum lagi ditambah kemacetan yang seringnya membuat jarak tempuh menjadi dua kali lipat lebih lama.

Ketika kita membawa kendaraan sendiri saat mudik, tubuh akan luar biasa lelah. Saya sering menemukan banyak orang yang merasa “ah, tanggung” untuk berhenti dan menolak beristirahat di rest area ketika ia mulai mengantuk dan kehabisan tenaga.

Ngantuk dan lelah menyebabkan fokus seseorang bercabang atau hilang. Kadang-kadang, hal itu tidak cuma mencelakakan diri sendiri. Orang lain juga bisa terkena imbasnya. Karena itu, jika merasa kecapekan atau terlalu ngantuk di tengah perjalanan mudik, tolonglah menepi dan beristirahat. Kalau tidak untuk dirimu sendiri, lakukanlah untuk orang lain di sekitarmu dan untuk keluargamu yang menunggu di rumah.

 

TIGA: PILIH MENU HIBURAN

Biar bagaimana pun, mudik terjadi untuk menyambut momen hari raya. Dan hari raya adalah saat di mana seseorang sesungguhnya sedang berlibur seraya bersilaturahmi. Karena itu, nikmatilah waktu liburmu. Pilih hiburan yang kamu inginkan.

on the road mudik jasa raharja - renjanatuju.com - atre
Kalau tidak bisa memilih teman mudik yang asyik, setidaknya kamu bisa memilih opsi hiburan yang kamu senangi selama perjalanan mudik. Tapi, kalau bisa, keduanya.

Di pesawat atau kereta api, mungkin ada pilihan banyak tontonan film atau musik. Di mobil, sangat menyenangkan untuk membuat playlist lagu-lagu dan sing along sepanjang perjalanan. Karena sesungguhnya, perjalanan yang menyenangkan membuat jarak tempuh yang jauh jadi tak terasa melelahkan.

Hati senang, mudik pun aman.

 

EMPAT: MORE WATER, MORE FOOD

Meskipun sedang berada di tengah perjalanan, tak perlu melupakan atau kehilangan selera makan. Eat well, and drink more water. So much more. Kalau sehat, kan, bisa tetap nyaman dalam perjalanan.

on the road mudik jasa raharja - renjanatuju.com - atre
Karena sehat adalah kuntji. (Foto: Sri Anindiati Nursastri)

 

LIMA: PERSIAPKAN JIWA DAN RAGA

Well, sebuah perjalanan memang menyenangkan, tapi tiba di sebuah destinasi juga tidak kalah menyenangkan. Hanya saja, di Indonesia, hari raya atau hari-hari besar lainnya kerapkali menjadi mimpi buruk bagi sebagian dari kita, terutama yang lajang.

Pertanyaan yang terlalu overrated pasti terlontar, “Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan kakak punya adik? Kapan punya rumah? Dan, kapan-kapan yang lainnya.”

Saya pribadi mendapati pertanyaan-pertanyaan ini menjengkelkan. Bukan cuma karena memang saya belum menikah, tapi karena kebanyakan orang ini bertanya dengan nada seperti menginterogasi, dan sedikit memaksa.

Cara menghadapinya? Persiapkan jiwa dan raga. Ini sama saja dengan belajar ilmu ikhlas–yang gampang dikatakan, tapi susah dijalankan. Yah, kalau jengah, jawab saja, “Bukan urusanmu.” Tapi, kalau sungkan, tinggal katakan, “Bisa kita nggak ngomongin itu?”

 

Saya rasa “peta mudik” di atas sudah cukup jelas. Kalau dituruti dengan hati-hati, kita pasti akan selamat sampai kampung halaman. Ditambah mengingat video dari Jasa Raharja di atas tadi, “Berusahalah untuk berhati-hati di jalan, supaya mudikmu aman dan selamat.”

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Selamat kembali ke fitrah. Dan, selamat berkumpul bersama keluarga.

 

#MudikAman #JasaRaharja #BUMNHadirUntukNegeri #Lebaran2018

 

 

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. Rust says:

    Ada Gol A Gong.

    https://polldaddy.com/js/rating/rating.js


    https://polldaddy.com/js/rating/rating.js

    1. Atre says:

      Iya, salah satu quotes favoritku dari Golagong 🙂

  2. ellen says:

    minum itu penting! makan juga! met mudik~

    1. Atre says:

      Mudik bareng yukkkkk! Myanmar! #eh

  3. Mudik yuk aaaah… ke Banda… #eh


    https://polldaddy.com/js/rating/rating.js

    1. Atre says:

      EKOOOOTTTTTT…

      1. id5711040.sexylceq.website says:

        What ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s