Sebuah Panduan Wisata yang Biasa Saja: Itinerary Keliling Hanoi

Ini adalah ide itinerary untuk menjelajah Hanoi, Vietnam. Berikut adalah destinasi-destinasi wisata menarik di Hanoi yang menarik untuk dieksplorasi.

Kita mengenal Vietnam tak hanya sebagai ‘saudara’ se-Asia Tenggara. Di luar itu, nama Vietnam juga seringkali disebut dalam satu frase dengan kata “perang”. Perang Vietnam memang adalah salah satu perang terbrutal sepanjang sejarah. Korban perang hingga mencapai jutaan orang.

Imperial Citadel Hanoi - Astri Apriyani - Atre's Odyssey

“Berlangsung dari 1957-1975, Perang Vietnam yang merupakan bagian dari perang dingin antara dua kubu ideologi, yaitu komunis dan SEATO. Kubu komunis dari Vietnam Utara bersekutu dengan Uni Soviet, Tiongkok, Korea Utara, Mongolia, dan Kuba. Sementara, kubu satu lagi, Vietnam Selatan, bersekutu dengan Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru, dan Filipina.”

“Perang berakhir pada 1976. Setelahnya, tidak ada lagi pembagian Utara dan Selatan. Vietnam jadi satu dan menjadi negara komunis dengan ibukota Hanoi.”

Maka, ketika akhirnya punya waktu singkat berkeliling Hanoi, daya tarik wisatanya tidak lepas dari sejarah militer, peperangan, dan komunisme.

Mungkin, banyak dari kalian yang tertarik untuk datang ke Vietnam untuk wisata kuliner. Makanan di negara ini memang terkenal beragam, enak, dan banyak yang murah. Mungkin juga, hal pertama yang kalian mimpikan ketika akhirnya bisa tiba di Vietnam adalah menelusuri sejarah panjang komunisme. Termasuk, mengenal Ho Chi Minh bukan sebagai nama kota terbesar di Vietnam yang berada di dekat delta Sungai Mekong, tetapi sebagai negarawan dan tokoh penting yang dimiliki Vietnam.

Saya pribadi sesungguhnya tidak punya agenda yang terlampau kejur alias kaku. Kali ini, saya cuma ingin berkeliling dan melihat-lihat Hanoi dengan santai.

 

St. Joseph Cathedral

Letaknya di bagian barat Lake Hoan Kiem, di area Old Quarter. Kebetulan, St. Joseph Cathedral ini berjarak sangat dekat (cukup jalan kaki) dari penginapan saya selama di Hanoi, yaitu di Maison D’Orient Hotel.

Baca: Sebuah Panduan Wisata yang Biasa Saja Edisi Hanoi: Transportasi dan Akomodasi

St. Joseph’s Cathedral ini adalah sebuah gereja Katolik di distrik Hoan Kiem, tepatnya di Jalan Nha Chung (Church), Hanoi. Ketika saya tiba di gereja ini, kebetulan ada beberapa pastor sedang berpose dan difoto di depannya. Sebuah pemandangan yang sukses bikin senyum-senyum karena melihat betapa gembiranya para pastor itu.

St Joseph Cathedral Hanoi-Astri Apriyani - Atre's Odyssey

“Di akhir abad 19, dengan gaya neo-gothic (gothic revival), katedral ini dibangun oleh pemerintah kolonial Prancis. Ia mulai dibangun pada 1886, dan akhirnya dibuka pada Desember 1886. Katedral ini dinamai Joseph sesuai dengan santo Vietnam dan Indochina. St. Joseph Cathedral menjadi gereja tertua di Hanoi.”

Di bagian depan, terdapat patung Regina Pacis (Queen of Peace). Kabarnya, St. Joseph Cathedral ini menyerupai Notre Dame de Paris. Saya belum pernah melihat langsung yang di Paris, tapi melihat hasil pencarian di internet, rasanya memang ada kemiripan. Katedral ini dibangun dari bahan batu bata dan dinding luarnya dari batu granit dengan permukaan beton. Menara kembar yang tampak dari depan itu memiliki ketinggian 31,5 m dan masing-masing dilengkapi lima lonceng.

Saya dan Arnellis, teman seperjalanan, tidak sempat memasuki gereja tersebut karena sedang ditutup untuk umum. Padahal, masuk gereja ini gratis. Namun, kabarnya, interior di St. Joseph Cathedral ini memiliki jendela-jendela besar dengan kaca patri berwarna-warni yang tinggi serta memiliki lengkungan yang runcing. Langit-langitnya berbentuk kubah yang cantik.

Destinasi lain yang dekat dengan St. Joseph Cathedral: Hoan Kiem Lake, Thang Long Water Puppet Theatre, Temple of the Jade Mountain, Cau The Huc (Jembatan Merah Hoan Kiem Lake), Ly Thai To Statue, Vietnam Women Museum, jajaran streetfood stall berkursi pendek dan toko-toko suvenir di sekitar Old Quarter.

 

Imperial Citadel of Thang Long

Pada 2010, destinasi ini menerima gelar UNESCO World Heritage Site. Seberapa penting Imperial Citadel of Thang Long sehingga mendapatkan gelar tersebut? Selain karena memang menjadi saksi bisu sejarah dan budaya Vietnam, Imperial Citadel atau yang sering juga disebut Hanoi Citadel ini, tempat ini merupakan titik ditemukannya banyak artefak dan bukti sejarah sejak abad 6-20 M di Hanoi. Jalan kuno, sumur, istana tua, hingga danau sangat kuno, ditemukan di Imperial Citadel of Thang Long.

Imperial Citadel Hanoi - Astri Apriyani - Atre's Odyssey

Imperial Citadel of Thang Long ini punya riwayat panjang soal pembuatannya. Ia dibangun di masa 7 dinasti di Vietnam. Ia mulai dibangun pada masa Dinasti Ly (1009-1225 M), lalu pada masa Dinasti Tran (1226-1400) dan Early Le (1428-1527), Imperial Citadel tetap digunakan dan terus dibangun gedung-gedung baru. Pada masa Dinasti Mac (1527-1592) dan Le Dynasty (1593-1789), Citadel mengalami kerusakan parah akibat perang. Pada masa Dinasti Tay Son (1778-1802), ibukota pindah dari Thang Long ke Phu Xuan (sekarang Hue). Hingga pada Dinasti Nguyen (1802-1945), ibukota kembali lagi ke Thang Long. Bahkan di era ini, Nguyen mengganti nama Thang Long menjadi Hanoi seperti yang kita kenal sekarang.

Citadel kembali terkena pukulan hebat dan dihancurkan (lagi) pada zaman kolonial Prancis. Baru pada 1954, Hanoi bebas dari penjajahan dan Citadel dimanfaatkan sebagai kantor Kementrian Pertahanan. Kini, Imperial Citadel of Thang Long menjadi salah satu landmark Hanoi yang wajib kunjung karena menyimpan banyak kisah sejarah panjang Hanoi dan Vietnam.

Imperial Citadel Hanoi - Astri Apriyani - Atre's Odyssey

“Terletak di distrik Ba Dinh, butuh uang VND18.000 untuk masuk Imperial Citadel. Memasuki tempat ini, kita memang serasa kembali ke masa lalu. Dengan bangunan-bangunan yang konon sudah ada sejak 1.000 tahun lalu, Imperial Citadel memiliki luas 18.395 m2 dengan banyak situs arkeologi di dalamnya, seperti Flag Tower (ky Dai), Kinh Thien Palace, Princess Pagoda (Hau Lau), dan South Gate (Doan Mon).”

Destinasi lain yang dekat dengan Imperial Citadel of Thang Long: Quan Thanh Temple, Vietnam Military History Museum, Lenin Park (Cong Vien Vilenin Thong Nhat Park), Vietnam National Fine Arts Museum.

 

Ho Chi Minh Complex

Komplek ini terdiri dari Ho Chi Minh Museum dan Ho Chi Minh Mausoleum, serta di dalamnya juga terdapat Ba Dinh Square, One Pillar Pagoda, dan Presidential Palace.

Tempo hari, saya mulai menjelajah area ini dengan memasuki Ho Chi Minh Museum terlebih dulu—membayar tiket masuk VND40.000/ orang. Peringatan saja, kalau memang tidak terlalu tertarik-tertarik amat pada sejarah Vietnam atau perjuangan bangsa Vietnam memperoleh kebebasan, mungkin Ho Chi Minh Museum dan Ho Chi Minh Mausoleum tidak terlalu menarik.

Pada dasarnya, Ho Chi Minh Museum yang sudah dibangun pada 1990-an ini berisi narasi-narasi, dokumen-dokumen, foto-foto, serta bukti-bukti sejarah yang menggambarkan perjuangan Ho Chi Minh, pemimpin revolusi Vietnam melawan kolonial.

Sementara, Ho Chi Minh Mausoleum adalah bangunan yang berada di tengah Ba Dinh Square, tempat peristirahatan Ho Chi Minh. Bangunan yang dibangun pada 1973 dan selesai pada 1975, itu terinspirasi oleh Lenin’s Mausoleum di Moscow. Strukturnya setinggi 21,6 m dengan lebar 41,2 m. Di mausoleum tersebut, ada tulisan “Chủ tịch Hồ Chí Minh” yang artinya President Ho Chi Minh.

Ho Chi Minh Complex Hanoi - Astri Apriyani - Atre's Odyssey

“Di dalam mausoleum tersebut, terdapat jasad Ho Chi Minh yang meninggal pada 1969 dan sudah dibalsam. Jasad tersebut diletakkan dalam kaca. Karena itulah, bangunan ini selalu dijaga ketat oleh para tentara.”

Para pengunjung bisa masuk ke bangunan yang terbuat dari batu granit abu-abu tersebut, melihat sendiri jasad sang negarawan, tetapi tidak boleh memotret atau merekam video. Namun, ada banyak orang yang percaya bahwa jasad di dalam mausoleum tersebut hanyalah replika. Saya pribadi tidak sempat masuk ke dalam mausoleum karena kala itu, bangunan sedang dalam proses renovasi jadi ditutup.

Destinasi lain yang dekat dengan Ho Chi Minh Mausoleum: Hanoi Botanical Garden, Quan Thanh Temple.

 

Temple of Literature

Bukan karena merasa lulusan anak sastra, maka rasanya saya dan Arnellis butuh mengunjungi Temple of Literature. Bukan, bukan. Alasan awal kami tertarik pada destinasi ini karena penasaran pada bentuk bangunan universitas pertama bergaya arsitektur tradisional Vietnam ini. Apalagi, kabarnya Temple of Literature didedikasikan sepenuhnya untuk Confucius, filsuf asal Tiongkok yang selama ini cuma kita dengar lewat banyak buku. Kami penasaran, akan seberapa ancient, dan seberapa well-preserved bangunan ini.

Temple of Literature Hanoi - Astri Apriyani - Atre's Odyssey

“Dibangun pada 1070, Temple of Literature terletak di antara Ton Duc Thang Street dan Van Mieu Street. Di dalamnya, banyak bangunan bersejarah, banyak pepohonan rindang, banyak detail menarik.”

Ada lima halaman yang masing-masingnya terdiri dari bagian berbeda. Dua di antaranya berisi taman hijau persis seperti taman-taman di kerajaan Negeri Tirai Bambu tempo dulu. Satu halaman bernama The Well of Heavenly Clarity, berisi kolam yang saat saya datang, dipenuhi oleh bunga teratai. Satu halaman bernama Sage Courtyard berisi patung Confucius dan rumah-rumah kayu. Lalu, halaman Thai Hoc yang di sana terdapat menara lonceng dan drum besar.

Museum of Literature Hanoi - Astri Apriyani - Atre's Odyssey

Di luar itu, ada detail-detail menarik, seperti banyak jajaran prasasti batu yang besar-besar. Prasasti berhiaskan pahatan penyu tersebut ternyata menuliskan nama-nama lulusan universitas yang sukses. Entah apa ukuran kesuksesan tersebut, tapi hal tersebut yang membuat nama mereka layak untuk diabadikan dalam prasasti batu.

Destinasi lain yang dekat dengan Temple of Literature: Vietnam Military History Museum, Lenin Park (Cong Vien Vilenin Thong Nhat Park), Vietnam National Fine Arts Museum, Ba Dinh Square. 

 

Bookworm

Di tengah hari bolong, saat Hanoi super terik, adalah bijak untuk memilih destinasi yang tenang, teduh, dan tak bikin kepala pening. Bookworm adalah pilihan saya dan Arnellis—yang mungkin bisa jadi pilihanmu juga.

Bookworm adalah sebuah toko buku dua lantai di alamat 44 Châu Long, Trúc Bạch, Ba Đình, Hanoi. Lokasi tempat ini bisa mudah dicari dengan Google Maps. Meskipun tidak terletak benar-benar di tepi jalan, tetapi ada plang bertuliskan Bookworm yang mengarahkan kita untuk ke toko buku.

Setelah melalui gang sempit panjang, Bookworm terlihat teduh. Di lantai dasar, terdapat buku-buku fiksi. Di lantai atas, setelah naik tangga berliku, akan ada koleksi buku-buku nonfiksi, mulai dari sejarah, hobi, seni dan budaya, travel, sampai biografi. Buku-buku di sini terdiri dari buku-buku lawas dan buku-buku baru. Kita bisa membelinya. Kalau ingin sejenak membaca buku, tersedia tempat duduk-duduk di lantai dasar dan teras untuk membaca.

Bookworm Hanoi-Astri Apriyani - Atre's Odyssey

Bookworm sudah ada sejak 2001. Bagi kalian yang memang suka mengunjungi toko buku tiap kali traveling, seperti saya dan Arnellis, maka Bookworm boleh dimasukkan daftar wajib kunjung.

 

Other places…

Red House Restaurant
Salah satu restoran bersertifikat halal di Hanoi. Alamatnya di 6 Hàm Long, Phan Chu Trinh, Hoan Kiem. Restoran ini buka pada 09.30 pagi. Menunya didominasi makanan khas Vietnam dan Singapura.

Halal Resto Hanoi-Astri Apriyani

 

Street Food Ho Hoan Kiem Street
Menikmati makanan kaki lima alias street food di kawasan Old Quarter bisa pilih di area Ho Hoan Kiem. Banyak kedai sederhana yang berjajaran di sini, menyediakan kursi-kursi pendek dengan meja juga cenderung lebih pendek daripada yang biasa kita tahu di Jakarta. Menunya, mulai dari dried beef salad, spring roll, sampai steamed clear tapioca cake.

Ho Hoan Kiem Street-Astri Apriyani 2

 

Scoops Ice Cream
Banyak sekali kafe di seberang Hoan Kiem Lake, tetapi kami akhirnya memilih Scoops karena menyediakan es krim yang enak. Sembari menikmati es krim di tengah terik Hanoi, kami duduk melihat orang-orang lalu lalang dan melihat orang-orang beraktivitas di Hoan Kiem Lake di seberang jalan.

Scoops Ice Cream Hanoi-Astri Apriyani

 

Always Coffee & Butterbeer
Dari namanya mungkin sudah tertebak, ini memang kedai yang memilih tema interior dan menu terinspirasi dari Harry Potter. Letaknya di 8B Hàng Tre, Lý Thái Tổ, Hoan Kiem, Hanoi. Saya sempat memesan menu Butterbeer (versi nonalkohol) di sini, yang ternyata adalah coke ditambahkan whipped cream. Tak ada yang istimewa.

Bagi pencinta Harry Potter, meski tidak terlalu istimewa, mungkin supaya tidak penasaran, silakan mampir ke tempat ini. Pesan menu-menu seperti Polyjuice, Potion, atau Felix Felicis. Cuma mungkin datanglah ke sini ketika perut kenyang, karena Always ini hanya menyediakan minuman. Always, after all this time.

Always Coffeeshop Hanoi-Astri Apriyani

 

Bagi kalian yang telah membaca habis panduan wisata Hanoi yang biasa-biasa saja ini, well, respect! Tak ada yang lebih menyenangkan selain bisa membantu kawan sesama penyuka jalan-jalan. Selamat menikmati Hanoi!

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. mysukmana says:

    noted banget nih pokoknya..

    1. Atre says:

      Udah siap-siap berangkat Vietnam ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s