Mumpung di Bangkok, Berkeliling Kotalah dengan River Taxi di Sungai Chao Phraya

Bangkok, ibukota Thailand, adalah kota yang tak terlampau berbeda dengan Jakarta. Namun setidaknya, ada satu hal kentara yang membedakan Bangkok dari Jakarta. Bangkok memiliki river taxi atau biasa disebut water taxi, yang menyusuri Chao Praya River dan menjadi transportasi alternatif di Bangkok.

Tahun lalu menjejakkan kaki di Bangkok, Thailand, seluruh kota masih berduka. Dua tahun setelah King Bhumibol Adulyadej meninggal, tepatnya pada Oktober 2016, foto-foto beliau masih terpajang di beberapa sudut Kota Bangkok. Masyarakat Thailand masih menyampaikan kedukaannya dengan mengenakan pakaian hitam-hitam. Aku yang sempat berjalan kaki di sekitar Bangkok, menyaksikan kedukaan itu dengan pikiran ikut sendu.

Yah, ajal memang tak bisa dihalang-halangi. Namun, kenyataan bahwa banyak orang yang bersedih karena kematianmu, menyadarkanku kalau masih ada kebahagiaan mungil yang bisa dirasakan di tengah duka.

Akhir November 2018, aku mengunjungi Bangkok. Jangan ditanya kenapa baru sekarang aku baru menuliskan perjalananku di blog ini. Pokoknya, jangan. Yang jelas, waktuku di Bangkok tak begitu panjang. Aku hanya punya waktu tiga hari untuk menjelajahi The City of Angels ini.

Wat Arun at dawn Bangkok Thailand - Astri Apriyani - Atre's Odyssey

Tahukah kamu, Kota Bangkok memiliki julukan “Krung Thep Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Yuthaya Mahadilok Phop Noppharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahasathan Amon Piman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanukam Prasit” yang artinya “The city of angels, the great city, the residence of the Emerald Buddha, the impregnable city (unlike Ayutthaya) of God Indra, the grand capital of the world endowed with nine precious gems, the happy city, abounding in an enormous Royal Palace that resembles the heavenly abode where reigns the reincarnated god, a city given by Indra and built by Vishnukarn”. Nama ini diberikan oleh Raja Buddha Yodfa Chulaloke, dan terdaftar dalam Guiness Book of Records sebagai nama terpanjang di dunia.

Dalam waktu singkat, aku pikir rasanya akan buang-buang waktu di jalan jika berupaya menjelajah banyak tempat di Bangkok lewat jalan darat. Di sinilah aku merasakan pencerahan yang tak bisa disangkal ‘hanya’ karena eksistensi river taxi. Makanya, mumpung di Bangkok, aku akhirnya memilih jenis transportasi ini untuk berkeliling kota.

Jakarta memang punya Ciliwung. Namun, ibukota kita tercinta ini (yang sebentar lagi—kalau lancar—akan berstatus mantan ibukota) belum memanfaatkan maksimal sungai ini sebagai transportasi alternatif Jakarta. Sementara, Bangkok dengan Chao Phraya-nya sudah berlangkah-langkah lebih maju.

Chao Phraya adalah sungai utama di Thailand sepanjang 372 km yang bermuara di Teluk Thailand. Berair coklat muda dan berarus cenderung tenang, sungai ini punya pesona tersendiri.

Water taxi in Bangkok Thailand - Astri Apriyani - Atre's Odyssey

Sungai ini dimanfaatkan, tak cuma sebagai sumber air irigasi, tapi juga alat transportasi, salah satunya river taxi. Banyak destinasi yang bisa dicapai dengan menggunakan river taxi ini. Praktis. Bebas macet. Pemandangan di kanan-kiri sungai pun menarik buat dinikmati, baik itu siang ataupun malam.

Ada beberapa dermaga di Chao Phraya ini. Dan, di satu perhentian, kadang-kadang kita bisa mencapai beberapa tempat wisata sekaligus. Okelah tanpa banyak cakap (dari tadi udah banyak betul cakapmu, Tre, bushet), berikut ini beberapa destinasi di Bangkok yang bisa dicapai dengan river taxi dan di dermaga mana kalian harus turun.

Hal yang patut diingat, ada beberapa jenis transportasi sungai yang tersedia di Chao Phraya. Mulai dari river taxi yang hendak kita bahas, long tail boat yang harus kita sewa secara privat, crossing ferry yang biasa digunakan untuk menyeberang, hotel shuttle boats yang disediakan oleh hotel-hotel mewah (biasanya) berbintang 5, dan river cruises yang adalah kapal pesiar yang memungkinkan wisatawan untuk makan malam romantis di atas kapal yang melaju. Aku kebetulan mencoba berkeliling dengan river taxi.

River taxi sendiri memiliki beberapa rute (lines) yang dibedakan dengan warna. Rute-rute tersebut, antara lain blue flag tourist boat yang berhenti di titik yang kita inginkan; orange, yellow, green yang tidak berhenti di tiap dermaga; serta kapal no flag yang termurah dan berhenti di setiap dermaga yang dilewati oleh rute tertentu.

Aku tadinya tidak begitu ngeh tentang perbedaan rute ini, tetapi setelahnya kubaru tahu kalau rute yang kucoba ternyata blue flag tourist boat yang memang disediakan untuk wisatawan. Khusus untuk blue flag routes ini beroperasi mulai pukul 09.00 sampai 19.00, dengan harga THB40/ trip (sekitar Rp18.500) atau THB100 untuk one-day pass (sekitar Rp46.000).

Berikut adalah beberapa dermaga beserta destinasinya di Indonesia yang bisa kalian capai dengan river taxi, terutama blue flag.

Sathorn (Central Pier)
Ini adalah dermaga terjauh. Jika turun di dermaga ini, kita bisa berkunjung ke Asiatique Riverfront. Di Asiatique, kita bisa menikmati banyak hiburan, seperti bianglala, berbagai wahana permainan, sampai wisata kuliner di banyak restoran dan kafe yang tersedia di kawasan ini.

Asiatique The Riverfront Bangkok Thailand - Astri Apriyani - Atre's Odyssey

Satu dermaga sebelum Sathorn, kita bisa turun dan melanjutkan perjalanan dengan BTS (Bangkok Mass Transit System) Skytrain. Hebatnya, di Bangkok, ada beberapa jenis transportasi terhubung, seperti river taxi dan Skytrain.

Iconsiam
Dari namanya yang dijuluki The Mother of All Malls, semestinya sudah terbayang betapa megahnya Iconsiam. Banyak toko kelas A di sini. Untuk bisa mampir ke Iconsiam, kita cukup tinggal meminta river taxi berhenti di dua dermaga sebelum Asiatique. Bahkan dari tengah sungai dan di atas taksi air pada malam hari, aku bisa melihat kalau kemegahan Iconsiam memang salah satu hal hebat yang terjadi di Bangkok.

Lhong 1919
Sebelum Iconsiam, ada satu dermaga yang langsung menuju Lhong 1919. Ini adalah mansion Tiongkok yang berasal dari abad 19 dan sudah direstorasi. Dari jauh, bangunan Lhong 1919 kelihatan sangat antik juga unik.

Ratchawongs (Ratchawong) – N5
Sebelum Lhong 1919, kita akan menemukan dermaga bertuliskan Ratchawongs berkode N5. Bagi yang ingin menjelajah Chinatown, di dermaga inilah, kalian semestinya turun.

Pak Klong Talad – N6/1
Berkode N6/1, Pak Klong Talad adalah nama dermaga sekaligus nama pasar bunga segar grosir dan eceran yang terbesar di Bangkok. Mulai dari anggrek, mawar, hingga lili segar bisa ditemukan di sini. Nama lain dari Pak Klong Talad adalah Bangkok Flower Market.

Buat kalian yang tertarik untuk datang ke Yodpiman, sebuah mal tiga lantai yang terletak tepat di belakang Bangkok Flower Market. Keunikan mal bergaya kolonial ini memiliki banyak pilihan restoran, kafe, toko suvenir, toko pakaian, sampai bank.

Wat Pho – Wat Arun – N8
Tepat sebelum dermaga N6/1, di dermaga N8, ada dermaga berseberang-seberangan yang menuju ke dua wat terkenal Thailand. Yaitu, Wat Pho dan Wat Arun.

Wat Arun siang hari Bangkok Thailand - Astri Apriyani - Atre's Odyssey

Tha Maharaj – N9
Dermaga ini adalah titik di mana kalian harus turun jika ingin mengeksplorasi landmark terkenal Grand Palace National Museum. Termasuk, menyaksikan beberapa kuil tua, seperti Wat Mahathat dan Wat Phra Kaew, serta taman indah milik kerajaan bernama Sanam Luang.

Thonburi Railway – N11
Ini adalah dermaga yang harus kalian ingat kalau ingin berkunjung ke Siriraj Museum dan Siriraj Hospital. Dari dermaga, kalian hanya perlu berjalan kaki menuju destinasi.

Siriraj Hospital Bangkok Thailand - Astri Apriyani - Atre's Odyssey

Phra Arthit – N13
Adalah dermaga yang mengarahkan kalian menuju Phra Athit Road. Jalanan ini berjarak hanya sekitar 10 menit dari Khao San Road. Di Phra Athit Road juga, terdapat banyak kafe, butik, dan lain-lain yang serba vintage.

Thewet – N15
Untuk tambahan, dermaga ini tidak bisa dicapai dengan blue flag tourist boat. Namun, Dermaga Thewet ini bisa dicapai dengan red, yellow, green, dan no flag routes. Dermaga ini adalah dermaga terdekat yang bisa kalian capai jika ingin mengunjungi area distrik Dusit, di mana banyak destinasi, seperti Wat Benchamabophit, Dusit Zoo, Vimanmek Mansion, dan Ananta Samakhom Throne Hall, berada.

The Temple of Marble Bangkok Thailand - Astri Apriyani - Atre's Odyssey

 

Di rute blue flag, tiap kali mendekati suatu dermaga, akan ada seorang staf di atas river taxi dengan pengeras suara yang bertanya apakah ada yang turun di dermaga tersebut. Kalau tidak ada, maka taksi akan melanjutkan perjalanan tanpa berhenti. Jadi, kalian hanya cukup waspada, buka telinga, dan nikmatilah pengalaman numpak river taxi di Bangkok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s