Kenang-Kenangan Covid-19

Patut diingat, karena ini pasti bakal masuk dalam sejarah, bahwa tertanda akhir 2019 hingga saat tulisan ini dirilis (April 2020), seluruh dunia sedang dilanda pandemi covid-19. Ia adalah sebuah virus corona jenis baru yang sampai detik ini belum ada obat atau vaksinnya.

Per 21 April 2020, di seluruh dunia, orang yang terkonfirmasi covid-19 mencapai 2.416.135, dengan kematian 165.939 dan tingkat kepulihan 632.983. Di Indonesia, walaupun tak bisa terlalu dipercaya juga jumlah ini karena tak transparannya pemerintah kita, kasus covid-19 terkonfirmasi sejumlah 6.760 jiwa; meninggal 590, dan pulih 747.

Sekarang, beberapa negara memberlakukan kebijakan karantina nasional (lockdown), seperti Tiongkok, Italia, Mongolia, Polandia, El Salvador, Irlandia, Spanyol, Denmark, Filipina, Lebanon, Prancis, Belgia, Selandia Baru, Malaysia, AS (parsial), Rwanda, Inggris, India, Kolombia, Afrika Selatan, Argentina, Rusia, dan Uni Emirat Arab.

Indonesia termasuk yang tidak memberlakukan lockdown, tetapi menerapkan karantina mandiri bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita diharapkan tetap di rumah saja, mengisolasi diri secara fisik (dan tidak secara sosial, ingat, tidak secara sosial! Silakan menelepon atau video call kerabat keluarga, orang paling dicinta, dan teman-teman yang dirindukan). Yah, walaupun kita masih bisa melihat banyak sudut kota yang ramai, entah stasiun kereta, stasiun MRT, atau pasar. Tak bisa disalahkan, karena banyak orang Indonesia yang lebih takut kelaparan atau takut tak bisa memberi nafkah pada keluarga, ketimbang terinfeksi corona.

Saya menulis ini sebagai pengingat buat diri sendiri. Terlebih karena saya pelupa. Tujuan lainnya sama sekali tidak ada. Menulis ini pun tanpa rencana. Langsung ketik saja.

Tempo hari saya pernah membaca sebuah kalimat dari artikel dari The Conversation (judul “Can I Complain About Coronavirus? Why It Is Ok to Vent, Sometimes“), “Covid-19 has affected us, if not infected us.I couldn’t be more agree.

Saya sendiri sebagai freelancer juga kena dampaknya. Banyak pekerjaan yang tertunda, bahkan dibatalkan. Banyak invoice yang mampet, susah dicairkan. Kepusingan-kepusingan yang sama sekali tak pernah dipikirkan sebelumnya.

Pandemi covid 19 2 - Astri Apriyani

Perkara harus mendekam di rumah sebetulnya bagian tak terlalu sulit. Karena sudah bertahun-tahun tak punya kantor dan bekerja dari rumah, karantina mandiri tak terlalu berat. Yang berat adalah ketika tak bisa ‘semena-mena’ mengunjungi orangtua, bertemu pacar, kerja bareng teman dekat di kafe, atau bertemu wajah buat meeting dan brainstorming. 

I just realize that now, we often take a lot of awesome things for granted.

Saya menanti-nantikan saat bisa kembali tidur nyenyak di malam hari dan terbangun di pagi hari, tanpa merasa anxious di tengah malam. Saya menanti-nantikan bisa kembali nonton bioskop, makan siang bareng orang-orang tersayang, keluar rumah dengan tenang, dan bersosialisasi. Saya menanti-nantikan saatnya bisa memeluk semua orang yang paling dicintai. Namun, bukan sekarang.

Sekarang saatnya melakukan apa yang kita bisa buat mendatarkan kurva. Sekarang saatnya melakukan bagian kita sebagai warga negara dunia untuk melakukan physical distancing dan diam di rumah. Buat teman-teman yang tak memungkinkan untuk tetap di rumah, doa saya besertamu. Jaga kesehatan.

Untuk kita semua, bertahanlah. Jangan lupa kenakan masker tiap kali keluar rumah. Rajin cuci tangan. Ambil jarak dengan sekitarmu minimal 1 meter. Semoga pemerintah punya solusi untuk membantu masyarakat yang tak beruntung. Dan semoga Tuhan punya cara ajaib untuk membuka pintu rezeki-Nya bagi yang membutuhkan. Semoga pandemi ini segera usai.

اَللّٰهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِىْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَمَشَقَّةٍ
وَلاَضَيْرٍ وَلاَنَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

One Comment Add yours

  1. sharul says:

    Sebagai freelancer jelas sangat terpukul keadaan ekonominya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s