[Bahasa] Memperhatikan atau memerhatikan?

“Bahasa itu tidak monoton. Dia bisa muncul dalam berbagai ragam dan laras,” Nazaruddin, M.A., pengajar Program Studi Indonesia FIB UI menyatakan demikian. Oleh karena itu, kita kerap menemukan penggunaan bahasa atau pembentukan kata dalam bahasa Indonesia yang tidak konsisten. Salah satu kasus inkonsistensi terjadi pada penggunaan memperhatikan dan memerhatikan.

[BAHASA] Tetiba dan Gegara

“Tetiba pusing, gegara liat berita kriminal di televisi.” Tetiba dan gegara adalah dua kata yang belakangan ini sering terlihat dipakai oleh para pengguna bahasa. Coba saja intip linimasa, untuk lihat bukti konkretnya.

[Bahasa] Antara Nominasi, Nominator, dan Nomine

Kita mengenal pelbagai ajang pemberian penghargaan. Di bidang film ada Festival Film Indonesia, di dunia periklanan ada Citra Pariwara, di kancah kesehatan ada Srikandi Award untuk para bidan inspiratif, di bidang lain terdapat aneka Awards dan Anugerah yang diberikan oleh lembaga pemerintah maupun swasta.

[Bahasa] Carut-Marut dan Karut-Marut

Karut-marut dan carut-marut adalah dua bentuk reduplikasi dwilingga salin suara (kata ulang berubah bunyi). Keduanya betul-betul ada sebagai lema. Namun, meskipun pelafalannya nyaris sama, carut-marut dan karut-marut berbeda makna—dan karena itu pula, keduanya tidak bisa saling menggantikan (substitusi).