[Bahasa] Memperhatikan atau memerhatikan?

“Bahasa itu tidak monoton. Dia bisa muncul dalam berbagai ragam dan laras,” Nazaruddin, M.A., pengajar Program Studi Indonesia FIB UI menyatakan demikian. Oleh karena itu, kita kerap menemukan penggunaan bahasa atau pembentukan kata dalam bahasa Indonesia yang tidak konsisten. Salah satu kasus inkonsistensi terjadi pada penggunaan memperhatikan dan memerhatikan.

Mampir Sejenak di Pulau Moyo

Saya banyak mendengar orang-orang menyebut-nyebut nama Putri Diana dari Inggris sejalan dengan ceritanya tentang Moyo. Tapi, saya sama sekali tidak tertarik tentang itu, kecuali akan keindahan pulau ini.

Siti Maryam Salahuddin, Pendiri Museum Samparaja

Ibu Hj. Siti Maryam Salahuddin adalah anak ketujuh (atau terakhir) dari sultan terakhir Kesultanan Bima, yaitu Sultan Muhammad Salahuddin. Sultan terakhir ini jugalah yang namanya diabadikan menjadi nama bandar udara utama di Bima.

Teriknya Bima Saat Musim Panas

Bima dikenal sebagai kota yang didominasi oleh penduduk bermata pencarian petani, peternak, dan pedagang. Sepanjang perjalanan, kami disuguhkan oleh sawah-sawah yang sedang istirahat, ladang-ladang garam dengan tumpukan garam yang putih berkilau-kilau di beberapa titiknya, dan pepohonan meranggas yang tanpa daun. Rasanya, kala itu, Bima begitu coklat, begitu kemerahan.

Restorasi Film: Kapan Kami Dianggap Penting?*

Ruang bersuhu rata-rata 9-10 derajat celcius ini pun terlihat suram. Potret sebuah ruang yang dipelihara ala kadarnya. Di bagian langit-langit, muncul jamur. Beberapa kaleng film sudah berkarat parah, tapi dibiarkan begitu saja. Padahal, lambat laun, karat pada kaleng tersebut akan menyambar pita-pita seluloid di dalamnya. Film otomatis rusak.

Makan Enak di Lasem

Lasem tidak hanya terkenal sebagai daerah kecil dengan kota tua Pecinannya yang menarik. Ternyata, Si Beijing Kecil ini menyuguhkan kuliner yang lezat-lezat serta ramah di kantong.

Jakarta Hidden Gems

Saya cuma bisa bilang, Jakarta seperti tetangga yang berisik, tapi egois. Berkoar-koar setiap hari, tapi tidak pernah mau tahu perasaan orang lain. Tapi, biar sebesar apa pun dosanya Jakarta, saya toh tetap menganggapnya rumah. Selalu ada bagian dari Jakarta yang berharga, meskipun dideru-deru
berisiknya kota.

Wohooo, Live on Board (LOB) Flores!

Tanah Flores. Ia seperti sehelai selimut tebal di musim dingin. Akan selalu ada perasaan aneh yang menyenangkan ketika mendarat di tanah ini. Akan selalu ada keinginan untuk berlama-lama di sana.