[Fiksi] Hidup Mampir Minum

BBM positif naik. Para mahasiswa turun ke jalan dan berharap pemerintah mau menarik kembali titahnya yang suci itu. Kalau dipikir-pikir, mana mungkin juga keputusan itu bisa ditarik? Sudah banyak juga bukti-bukti sebelumnya bahwa penarikan keputusan tidak akan pernah terjadi. Contohnya, masih soal kenaikan BBM pada 2005, premium yang tadinya Rp2.500 naik jadi Rp4.500.

Nyanyian Pedestrian

Kenyataannya, ada kaitan yang sangat kuat antara jalan kaki dengan sistem angkutan umum, dan sistem angkutan umum dengan kota yang baik. Tidak ada kota yang dianggap baik jika tidak ada transportasi umum yang baik.

Keluarga Angkot

Saya melirik diam-diam satu-satu wajah itu. Si bapak dengan kumis tebalnya duduk di paling ujung. Ketawanya yang menggelegar beberapa kali mengagetkan. Di sebelahnya, si ibu yang berkaus merah punya kulit lebih putih dan senyum yang lebih bersahaja. Seorang remaja lelaki duduk di sebelah si ibu. Ia menenteng kantong kertas dari toko ponsel yang isinya memang…

Bertemu Jawara Kali Pesanggrahan: Babeh Idin*

Lelaki asli Betawi ini sangat percaya pada apa yang bernama manajemen kearifan. Bahwa, segala sesuatu yang ia lakukan untuk negara tidak perlu dibayar. Pun, tidak perlu disuruh. Julukan “pendekar” ditempelkan oleh banyak orang kepadanya. Namun, ia lebih senang menyebut diri sebagai jawara.

Budaya (Anak) Nongkrong

Beberapa tahun terakhir, “bergaul” di Jakarta itu artinya sama dengan nongkrong berlama-lama di sebuah convenience store terang benderang dengan minum Slurpee. Atau, kongkow di pelataran toko sambil menyamil roti bermerek Lite & Bite. Dan, semua bisa dilakukan 24 jam.

Menihil

Gedung berwarna hitam di Barat Jakarta itu sudah tidak bisa lagi saya sebut “rumah kedua”. Kamis, 31 Januari 2013, tepat jadi hari terakhir saya berkarya di perusahaan itu. Saya mengundurkan diri, insya Allah dengan senyum.

Flash Trip ke Pulau Putri Barat, Kepulauan Seribu

Kita mungkin tidak punya waktu banyak untuk berleyeh-leyeh di akhir pekan. Tapi, bukankah selalu ada jalan menuju Roma? Bukankah selalu ada cara untuk bisa bahagia di jeda waktu yang tidak berlimpah?

Mata yang Marah

Ada mata yang begitu banyak menyimpan kemarahan. Mata-mata yang ketika Anda melihatnya – walaupun hanya sejentikan waktu -, terasa ada godam yang memukul-mukul balik bola mata Anda. Rasa perihnya bahkan bisa terasa sampai ke tulang sendi.

Jaksel 00.00

Jam 12 malam di Jakarta Selatan. Angkutan umum Pasar Minggu- Lenteng Agung sudah tidak ada. Tukang-tukang ojek di pangkalan juga sudah pulang, menggondol polusi udara di ransel dan uang yang tidak seberapa. Saya lalu celingukan, bagaimana bisa sampai rumah.

[Fiksi] Jakarta Pagi

jalanan marah. angkutan umum, mobil, motor sikut-sikutan. knalpot-knalpot saling sembur, seperti dukun tak sadar. klakson-klakson bikin choir; sama sekali tak merdu.