Perempuan Berhak Orgasme*

Pernah orgasme? Pentingkah pertanyaan ini diajukan kepada perempuan Indonesia, mengingat menurut penelitian hanya 30% yang pernah mengalami orgasme?

Surabaya dan Kampung-kampung Etnis

Dari mulut Ketua RT di Banyu Urip, saya mendapati bahwa kampung-kampung Surabaya punya banyak situs atau makam tua tidak terjamah. Dari mulut supir taksi, saya mendengar cerita sembari melihat sendiri rumah-rumah di Darmo yang megah-megah dan indah-indah.

[Tips] Menulis Lebih Baik

Buat Pramoedya, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Menulis seperti menciptakan prasasti tentang diri kita yang jejaknya bisa dilihat bertahun-tahun kemudian. Membuat kita merasa ada.

Let the Sharks Alone

Kita sudah saatnya percaya bahwa hiu akan jauh lebih bernilai ketika mereka hidup, bukan di piring atau mangkuk sup.

[Bahasa] Antara Nominasi, Nominator, dan Nomine

Kita mengenal pelbagai ajang pemberian penghargaan. Di bidang film ada Festival Film Indonesia, di dunia periklanan ada Citra Pariwara, di kancah kesehatan ada Srikandi Award untuk para bidan inspiratif, di bidang lain terdapat aneka Awards dan Anugerah yang diberikan oleh lembaga pemerintah maupun swasta.

Panel UWRF 2013: Metta Dharmasaputra dan Saksi Kunci

Panel ini adalah salah satu panel yang saya sudah tandai betul hendak saya datangi. Judul panelnya adalah “Money Trail”. Pembicara satu-satunya adalah Metta Dharmasaputra, yang ditemani penerjemah, serta pemimpin panel yaitu Janet Steele.

Jakarta Raya Aeromodelling Club: Terbang dari Darat*

Dalam satu wadah komunitas, orang-orang ini berbagi ilmu, mengulik, lalu menerbangkan pesawat model. Pesawat-pesawat itu, mulai helikopter, glider, sampai control line, menunggu lepas landas. Komunitas ini bernama Jakarta Raya Aeromodelling Club.

Bertemu Jawara Kali Pesanggrahan: Babeh Idin*

Lelaki asli Betawi ini sangat percaya pada apa yang bernama manajemen kearifan. Bahwa, segala sesuatu yang ia lakukan untuk negara tidak perlu dibayar. Pun, tidak perlu disuruh. Julukan “pendekar” ditempelkan oleh banyak orang kepadanya. Namun, ia lebih senang menyebut diri sebagai jawara.

[Bahasa] Carut-Marut dan Karut-Marut

Karut-marut dan carut-marut adalah dua bentuk reduplikasi dwilingga salin suara (kata ulang berubah bunyi). Keduanya betul-betul ada sebagai lema. Namun, meskipun pelafalannya nyaris sama, carut-marut dan karut-marut berbeda makna—dan karena itu pula, keduanya tidak bisa saling menggantikan (substitusi).