Perasaan Ramadhan

Ingatan tentang Ramadhan adalah ingatan tentang rumah lama yang diam-diam membeku, menyepi.

[Fiksi] Malam Ini Aku Cuma Ingin Pura-pura Bisa Bersandar pada Ibu

Pulang kandang malam ini, Ibu masuk kamarku tanpa mengetuk. Anak bungsunya baru saja tiba dari medan perang yang terlalu berdarah-darah. Ibu mendudukkan diri di karpet biru. Si anak masih kalut oleh pikiran sendiri. “Sudah kau makan lambungmu sendiri?” suaranya berubah tipis seperti helai rambut.

Keluarga Angkot

Saya melirik diam-diam satu-satu wajah itu. Si bapak dengan kumis tebalnya duduk di paling ujung. Ketawanya yang menggelegar beberapa kali mengagetkan. Di sebelahnya, si ibu yang berkaus merah punya kulit lebih putih dan senyum yang lebih bersahaja. Seorang remaja lelaki duduk di sebelah si ibu. Ia menenteng kantong kertas dari toko ponsel yang isinya memang…

[Fiksi] Ibu Nusantara, Ayah Semesta*

Ibu punya satu lemari besar isinya berbuku-buku buku. Bergeming si lemari itu di sudut rumah —dekat meja makan— seperti selalu siap mengenyangkan yang lapar wawasan, dan yang haus pengetahuan.

Surabaya yang Jatuh Cinta

Matahari seperti tidak lebih terik di kota ini, dibandingkan Ibukota. Tapi, kepekatan panasnya entah kenapa lebih cepat menghitamkan kulit melebihi Jakarta.

[Fiksi] “Jangan pernah takut pulang.”

Hingga akhirnya anak terakhirnya muncul di ambang pintu, memanggul beban akbar karena tidak mengatakan yang seharusnya dikatakan pada ibunya. Wajahnya lalu layu. “Ma, aku pulang.”

RIP, Grandma

Pagi masih terlalu pagi ketika hari ini saya melangkahkan kaki ke rumah nenek, ibu dari ayah, di Jatipadang Putra, Pasar Minggu. Saya biasanya hanya bertemu Ma Am setahun sekali, setiap Lebaran. Kali ini, belum lagi hari raya, tapi saya harus ke sini. Ma Am berpulang di usia 75. Sakitnya sudah macam-macam; maag kronis ditambah lever…

Rasanya Kehilangan

Cerita saya soal perjalanan ke Banten sebentar dulu saya abaikan. Tiba-tiba saya ingin cerita hal di luar agenda travel saya itu. Terinspirasi seorang teman kantor. Namanya, Hanindyo Suropati. Saya biasa panggil dia “Boni” atau “Boncu”, tergantung mood. Beberapa hari yang lalu, Rabu malam, di tengah deadline AREA yang sedang tinggi-tingginya, Boni izin pulang kantor setelah sebelumnya baru…

[Fiksi] Dia Menyayangi Saya dalam Diam

Di sela jarum jam yang sangat jarang berdetak bersamaan, saya dan Ibu hidup. Tidur kami sudah jarang punya mimpi yang sama. Bagi saya, tidur dan mimpi adalah barang langka. Sementara Ibu bilang, tidur dan mimpi adalah kewajiban.