[Fiksi] Kei Pulang

โ€œPara lelaki itu mesti pergi, tapi ia juga mesti pulang. Sebab ada yang dikasihi dan mengasihinya di rumah,โ€ aku sudah hapal betul Gol A Gong bilang ini berulang kali. Si Roy yang Mas Gong sendiri kesankan begajulan dan brengsek dalam novel-novelnya itu toh ternyata paham soal ini. Bahwa dalam setiap perkelanaan, harus selalu ada perjalanan…

Pagi di Malang

Saya membayangkan betapa tenangnya hidup ini jika ia selalu ada di samping saya. Mulai dari menikmati pagi bersama kopi, hingga menghabiskan senja sama-sama di dermaga, lalu bersemayam dalam pelukan ketika malam.

Switzerland Trip on Vimeo

Jadi, ceritanya berbekal Nikon D90 plus 18-105 mm punya si patjar, saya cicil footage-footage ketika Switzerland trip tempo hari. Pas diceki-ceki lagi, kok ternyata footage-footage-nya banyak–meskipun banyakan yang jumpy dan nggak keruan secara komposisi. Akhirnya, nodong patjar buat ngeditin video ini. Untung, di sela sibuk, dia sempetin waktu buat direpotin sama saya. Danke, Djantjuk. Dan,…

9

Pagi ini sebetulnya sama saja seperti pagi-pagi yang lalu-lalu. Tapi, pagi yang ini lebih manis, seperti adonan panekuk sehabis ditambah setengah kilogram gula putih.

Surabaya yang Jatuh Cinta

Matahari seperti tidak lebih terik di kota ini, dibandingkan Ibukota. Tapi, kepekatan panasnya entah kenapa lebih cepat menghitamkan kulit melebihi Jakarta.

Dama: Video Perdana

Akhirnya, video pertama saya rampung juga. Silakan dinikmati. Maaf kalau masih kurang di sana-sini. Namanya juga pemula. Hihi…

Cinematically in Love

Ini yang dia lakukan untuk membuat saya bersemu merah. Sampai saya tidak tahu lagi mau bilang apa. Tapi sungguh manis.

Ngelangut

Jadi, rindu itu kadang-kadang mesti menunggu? Walaupun rindu itu sendiri artinya sudah menunggu? “Tidak pernah menunggu itu semenyenangkan ini, Kawan,” katamu pada linimasa suatu hari. Ternyata memang iya.