Kenang-Kenangan Covid-19

Sekarang, beberapa negara memberlakukan kebijakan karantina nasional (lockdown), seperti Tiongkok, Italia, Mongolia, Polandia, El Salvador, Irlandia, Spanyol, Denmark, Filipina, Lebanon, Prancis, Belgia, Selandia Baru, Malaysia, AS (parsial), Rwanda, Inggris, India, Kolombia, Afrika Selatan, Argentina, Rusia, dan Uni Emirat Arab.

Perasaan Ramadhan

Ingatan tentang Ramadhan adalah ingatan tentang rumah lama yang diam-diam membeku, menyepi.

[Fiksi] Cemas

Sisakan kecemasanmu untuk nanti, suatu saat kamu betul-betul butuh.

[Fiksi] Satu Kesempatan Besar

Jika Tuhan punya kesempatan besar, dan masing-masing hamba-Nya mendapat satu, aku akan menghabiskannya untuk memilih mati di pangkuanmu.

Traveling, …dan Merasa Cukup

Saya selalu percaya, traveling itu bukan persoalan mencari apa yang tidak ada di sekitar atau di dekat kita. Traveling bukan persoalan mengejar kelengkapan di hati kita tentang apa yang tidak pernah bisa kita temukan di tempat tinggal kita. Saya percaya, traveling bukan soal itu.

[Fiksi] Home

Jika cinta adalah rumah, maka rindu adalah perasaan rebah di kamar sendiri dan merasa selalu ingin kembali.

Ngelangut

Jadi, rindu itu kadang-kadang mesti menunggu? Walaupun rindu itu sendiri artinya sudah menunggu? “Tidak pernah menunggu itu semenyenangkan ini, Kawan,” katamu pada linimasa suatu hari. Ternyata memang iya.

Cara Kerja Mimpi

Saya sama sekali tidak mengerti bagaimana cara kerja mimpi. Tapi, ia kadang-kadang menghadirkan orang yang paling kita rindu tepat waktu. Menyelamatkan kita dari mengapung yang berkepanjangan.

Antara Layang-layang dan Senja

Ada yang menyambar-nyambar pagi hari ini, setelah membaca Madre dan di dalamnya Dee (melalui Starla) ingin menjadi layang-layang. Starla ingin terbang bebas di langit, tapi tetap ada yang mengikatnya di bumi. Persis seperti layang-layang.

All the Worries in the World

*recommended backsound: Twenty Two Fourteen – The Album Leaf Setiap orang punya kekhawatirannya masing-masing. Sebahagia apa pun manusia, sesejahtera apa pun kehidupannya. Khawatir itu bagai angin yang tidak tampak, tapi selalu terasa, bahkan kadang membadai. Ia ada, muncul di setiap kala, untuk setiap hal.