[Fiksi] Dua Burung Gereja dan Malaikat Senja

Di pertengahan Mei yang cerah, dua burung gereja terdampar di taman kota. Dari Wamena, tahu-tahu mereka tiba di Jakarta. Jarak mati ditelan kicauan mereka yang sahut-sahutan: riang.

Begini Saja Cukup, Sudah Jangan Bicara

Seiring menderasnya hujan hari ini, sederas itu pula kata-kata sepertinya ingin meluap membuncah-buncah. Kiri-kanan saya sunyi. Seruangan ini pun semua orang sibuk dengan dunianya sendiri. Hanya di luar sana, angin mengamuk, memukul-mukul air hujan sebesar-besar air mata. Entah karena apa dia mengamuk. Mungkin hatinya gundah, mencintai diam-diam sang hujan, tanpa bisa meluapkannya dengan segenap hati….