Switzerland Trip on Vimeo

Jadi, ceritanya berbekal Nikon D90 plus 18-105 mm punya si patjar, saya cicil footage-footage ketika Switzerland trip tempo hari. Pas diceki-ceki lagi, kok ternyata footage-footage-nya banyak–meskipun banyakan yang jumpy dan nggak keruan secara komposisi. Akhirnya, nodong patjar buat ngeditin video ini. Untung, di sela sibuk, dia sempetin waktu buat direpotin sama saya. Danke, Djantjuk. Dan,…

Travel Writing: Oui, Switzerland – Majalah Area

Satu lagi tulisan tentang perjalanan ke Switzerland tempo hari terbit di Majalah AREA edisi akhir Juni 2013. Untuk yang ini, perjalanan lebih fokus seputar aktivitas dan keindahan Interlaken, Switzerland.

Berkenalan dengan Orang Indonesia di Interlaken

Kirchhofer adalah salah satu pihak yang turut mendukung keberangkatan saya ke Switzerland, bersama dengan Jungfrau Railway dan Interlaken Tourism Board. Ia adalah sebuah perusahaan dagang yang menjual beragam barang, mulai dari jam tangan yang harganya selangit, perhiasan, hingga oleh-oleh khas Switzerland, seperti lonceng sapi beraneka ukuran dan mug. Di Interlaken, toko Kirchhofer ada di beberapa…

Pengalaman Makan Malam ala Swiss

Berbagai alat musik yang rata-rata fungsi dasarnya bukan alat musik itu tiba-tiba mengeluarkan melodi sangat indah. Switzerland rupa-rupanya biasa menggunakan alat-alat dapur atau perkakas untuk dijadikan alat musik.

Harder-Kulm: Sensasi Makan Malam di Ketinggian Ribuan Meter

Pen sebetulnya bukan tanpa alasan mengajak kami ke Harderbahn. Selain menikmati panorama apik dari ketinggian ini, ada satu restoran terkenal dan legendaris di Switzerland (atau Interlaken) yang bentuk bangunannya serupa kastil; yaitu Harder-Kulm. Kami akan makan malam di ketinggian ribuan meter.

Berbagai Keseruan yang Bisa Dilakukan di Interlaken

Siapa sangka dulu, di masa-masa abad pertengahan, Interlaken bukanlah sebuah permukiman? Ia adalah biara. Sementara, permukiman terletak di Unterseen, sangat dekat dengan Sungai Aar dan masih diapit oleh dua danau besar, yaitu Danau Thun dan Danau Brienz.

Menjejakkan Kaki Pertama Kali di Switzerland

Kaki sudah sampai di Terminal 2. Untuk sampai ke Switzerland, saya terbang dengan Cathay Pacific dan transit di Hong Kong. Lalu, lanjut lagi dari Hong Kong ke Switzerland dengan Swiss International Airlines. Ada euforia menguasai tubuh. Pinginnya sih joged-joged puding, tapi malu sama tiga kawan seperjalanan. Hahaha.