Edwin: Menggurat Sejarah Lewat Festival Film

Karya- karya visualnya menggelandang festival internasional satu ke festival internasional yang lain. Beberapa pulang dengan membawa piala. Beberapa menjadi tamu kehormatan. Tapi, rakyat Indonesia tidak banyak yang tahu. Perkenalkan, Edwin.

Pentjoeri Hati

Gedung Kesenian Jakarta, 7 Agustus 2010 malam, tampak lebih sumringah daripada biasanya. Lelaki (Saga Siersa) dan perempuan (Erisca Saravati) yang masing-masing mengenakan cheong sam dan changshan dengan make-up ala Opera China berdialog dengan bahasa China. Mereka wara-wiri di tengah penonton yang menunggu di selasar GKJ, menunggu gong ketiga—tanda ruang pertunjukan boleh dimasuki—dibunyikan.