Ke Jungfrau Region untuk Jatuh Cinta

Seorang perempuan asal Thailand bernama Pen Tiyawarakul dari Jungfrau Railways, menjemput saya di bandara. Wajahnya cerah pagi itu. Ia menemani saya selama berada di Land of Milk and Honey ini. Kali itu, saya dan Pen bakal menjelajah Switzerland dengan fokus di Jungfrau Region.

Advertisements

Menembus Angin dan Salju di Reykjavik*

Gambaran umum tentang sebuah ibu kota yang ramai, padat, dan macet, seketika buyar ketika saya tiba di Reykjavik. Dan saya memilih menjelajahi ibu kota Islandia ini dengan berjalan kaki, meskipun harus menembus angin dan salju.

[Iceland Trip] The Impeccable Beauty: Golden Circle

Selama ini, Iceland sukses bersinggungan dengan saya ‘hanya’ lewat melodi-melodi apik Sigur Rós, Of Monsters and Men, atau múm. Sesekali juga lewat lanskap-lanskap indah yang masuk bingkai adegan Game of Thrones atau Interstellar. Baru pada Februari 2016, perwujudan Iceland yang selama ini mendekati surreal, jadi nyata seada-adanya. Yes, I came to Iceland!

[Travel Tips] Flying to Iceland

Transportasi memang faktor utama yang seringkali bikin niatan banyak orang untuk pelesir ke Iceland, surut. Begitu lihat harganya yang mahal, runtuh iman seketika. Tapi, bagi mereka yang menamakan diri “para penyintas” alias survivor , pasti selalu ada jalan untuk mewujudkan mimpi.

[Iceland Trip] Fear of Travel

Biasanya yang sudah-sudah, jelang traveling, yang dirasakan cuma excitement berlebihan. Atau, kurang tidur (karena mesti membereskan semua pekerjaan sebelum pergi). Paling maksimal gugup. Tapi, di #IcelandTrip ini, muncul rasa takut. Kenapa?

[Iceland Trip] A Journey to Iceland: Where Should I Begin My Story?

Saya pribadi punya mimpi ingin ke Iceland sebelum usia 30. Entah kenapa. Mimpi ini tercetus begitu saja dalam hati. Mungkin karena 30, kata beberapa orang, adalah awal dari hidup. Jadi, saya ingin membuat awalan hidup saya itu indah dan magis, seperti Iceland. Cheesy, tapi benar adanya.

Do’s and Dont’s: What to Bring When You Go to Switzerland

Saya membuat kesalahan. Di kawasan bersalju abadi, saya tidak membawa perlengkapan yang cukup untuk menghangatkan saya. Jika tidak ada orang baik yang menolong, mungkin saya tidak akan bisa menikmati perjalanan karena terus-terusan menggigil kedinginan. Bahkan, bisa saja saya jatuh sakit. Semua karena tidak siap.

Switzerland Trip on Vimeo

Jadi, ceritanya berbekal Nikon D90 plus 18-105 mm punya si patjar, saya cicil footage-footage ketika Switzerland trip tempo hari. Pas diceki-ceki lagi, kok ternyata footage-footage-nya banyak–meskipun banyakan yang jumpy dan nggak keruan secara komposisi. Akhirnya, nodong patjar buat ngeditin video ini. Untung, di sela sibuk, dia sempetin waktu buat direpotin sama saya. Danke, Djantjuk. Dan,…

Bersenang-senang dengan Trottibike di Grindelwald

Kota yang dalam keadaan biasa sudah bersuhu 10-12°C, seperti muram dan bertambah dingin. Namun, saya sudah berdansa-dansi di dalam hati di hari yang sedingin ini. Sejak pagi, saya bangun untuk menuju Grindelwald, lalu First.

Berkenalan dengan Orang Indonesia di Interlaken

Kirchhofer adalah salah satu pihak yang turut mendukung keberangkatan saya ke Switzerland, bersama dengan Jungfrau Railway dan Interlaken Tourism Board. Ia adalah sebuah perusahaan dagang yang menjual beragam barang, mulai dari jam tangan yang harganya selangit, perhiasan, hingga oleh-oleh khas Switzerland, seperti lonceng sapi beraneka ukuran dan mug. Di Interlaken, toko Kirchhofer ada di beberapa…