Tiga Cara Berbeda Menjelajah Surakarta

Saya belum pernah ke Surakarta. Maka, ketika Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surakarta mengundang saya untuk menjelajahi Kota Bengawan ini, dengan hati riang saya menyambutnya. Dan ternyata, ada banyak cara berbeda untuk bisa menjelajah Surakarta. Ini dia tiga di antaranya.

[Bahasa] Memperhatikan atau memerhatikan?

“Bahasa itu tidak monoton. Dia bisa muncul dalam berbagai ragam dan laras,” Nazaruddin, M.A., pengajar Program Studi Indonesia FIB UI menyatakan demikian. Oleh karena itu, kita kerap menemukan penggunaan bahasa atau pembentukan kata dalam bahasa Indonesia yang tidak konsisten. Salah satu kasus inkonsistensi terjadi pada penggunaan memperhatikan dan memerhatikan.

Mampir Sejenak di Pulau Moyo

Saya banyak mendengar orang-orang menyebut-nyebut nama Putri Diana dari Inggris sejalan dengan ceritanya tentang Moyo. Tapi, saya sama sekali tidak tertarik tentang itu, kecuali akan keindahan pulau ini.

Siti Maryam Salahuddin, Pendiri Museum Samparaja

Ibu Hj. Siti Maryam Salahuddin adalah anak ketujuh (atau terakhir) dari sultan terakhir Kesultanan Bima, yaitu Sultan Muhammad Salahuddin. Sultan terakhir ini jugalah yang namanya diabadikan menjadi nama bandar udara utama di Bima.

Teriknya Bima Saat Musim Panas

Bima dikenal sebagai kota yang didominasi oleh penduduk bermata pencarian petani, peternak, dan pedagang. Sepanjang perjalanan, kami disuguhkan oleh sawah-sawah yang sedang istirahat, ladang-ladang garam dengan tumpukan garam yang putih berkilau-kilau di beberapa titiknya, dan pepohonan meranggas yang tanpa daun. Rasanya, kala itu, Bima begitu coklat, begitu kemerahan.

Jeeva Beloam: Zen di Timurnya Lombok

Dari pesisir Senggigi di Lombok Barat, kami beranjak ke bagian timur Lombok untuk menikmati beach camp resort pertama di Indonesia; Jeeva Beloam Beach Camp Resort dari Jeeva Resorts. Beach camp ini tepatnya ada di Jerowaru, Lombok Timur.

Lombok Timur: Where to Go?

Selain menikmati beach camp resort yang magerin banget di Jeeva Beloam, ada beberapa destinasi yang sekaligus bisa kita nikmati di kawasan Lombok Timur.

Restorasi Film: Kapan Kami Dianggap Penting?*

Ruang bersuhu rata-rata 9-10 derajat celcius ini pun terlihat suram. Potret sebuah ruang yang dipelihara ala kadarnya. Di bagian langit-langit, muncul jamur. Beberapa kaleng film sudah berkarat parah, tapi dibiarkan begitu saja. Padahal, lambat laun, karat pada kaleng tersebut akan menyambar pita-pita seluloid di dalamnya. Film otomatis rusak.